Ternyata Guru Besar Dimas Kanjeng Ada yang Pengemis dan Pemulung
Ketujuh maha guru Dimas Kanjeng ternyata bukanlan orang pintar atau punya ilmu agama yang mahir.
BANGKAPOS.COM, SURABAYA - Ketujuh maha guru Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang diagung-agungkan pengikutnya, ternyata bukanlan orang pintar atau punya ilmu agama yang mahir.
Mereka punya latar belakang yang memprihatinkan.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Argo Yuwono menjelaskan, beberapa di antaranya merupakan pengemis, gelandangan, pemulung dan penjual kopi di Jakarta.
“Tujuh maha guru itu direkrut Vijay atas perintah Taat Pribdi. Mereka tidak memiliki pekerjaan tetap, ada yang jadi gelandangan dan penjual kopi,” ucap Argo, Minggu (6/11/2016).
Baca: Pria Ini Lamar Kekasihnya di Hadapan Buaya Lapar
Baca: Seksinya Raisa, Celana Biru Menerawang di Balik Kemeja
Baca: Foto dan Video Demo 4 November Ini Bikin Hati Banyak Orang Tersentuh

Foto-foto saat aksi Demo 4 November.
Sebelum direkrut Vijay, ketujuh maha guru tinggal di rumah-rumah petak kawasan Tomang Jakarta Barat.
Mereka sengaja direkrut untuk mengelabuhi para pengukut Dimas Kanjeng dan tertarik bergabung. Selanjutnya menyetorkan uang ke Dimas Kanjeng.
Guna meyakinkan pengikutnya, pria yang semuanya berjengot ini diberi jubah dan sorban layaknya seorang kyai atau ulama. Perannya sebagai tokoh spiritual dalam acara seminar yang digelar di Jakarta.
Baca: Penipu Berjimat Beras dan Telur Buka Praktik di Apartemen Raup Penghasilan Rp 3 Juta Setiap Bulan
Ketujuh maha guru yang ditangkap di Jakarta, selanjutnya diterbangkan dan tiba di Surabaya pada Minggu (6/11/2016) .
Ketujuh maha guru dari Taat Pribadi yang ditangkap, yakni Ratim Alias Abah Abdurrohman, Abdul Karim alias Abah Sulaiman Agung, Murjang alias Abah Naga Sosro, Marno alias Abah Kholil, Acep alias Abah Kalijogo, Sadeli Alias Entong dan Sutarno alias Abah Sutarto. (Surya)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/bekuk_20161106_163810.jpg)