Begini Akhir Hidup Anak dengan Kepala Miring 180 Derajat

Dokter Rajagopalan pun mengaku sangat terkejut mendengar kabar meninggalnya Mahendra.

Begini Akhir Hidup Anak dengan Kepala Miring 180 Derajat
dok. Dailymail
Mahendra (13) memiliki kelainan langka yang membuat kepalanya miring 180 derajat. 

BANGKAPOS.COM, NEW DELHI - Mahendra Ahirwar (13), remaja asal Madhya Pradesh, India, meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit miopati kongenital.

Mahendra mengalami kelemahan otot leher sehingga kepalanya tidak bisa tegak. Penyakit ini membuat kepala Mahendra miring 180 derajat dan terlihat seperti terbalik.

Baca: Istri Terlibat Sindikat Narkoba, Ayah Ajak Dua Anaknya Tenggak Racun Serangga, Ini Surat Wasiatnya

Baca: Pengusaha Diskotek dan Pecandu Narkoba yang Berjuang Menebus Dosa

Kondisi penyakit Mahendra pernah ramai diperbincangkan sejak seorang ibu dua anak asal Liverpool, Inggris, menggalang dana untuk pengobatan Mahendra.

Delapan bulan lalu, Mahendra pun menjalani operasi untuk menegakkan lehernya. Operasi itu dipimpin oleh dr Rajagopalan Krishnan dari Rumah Sakit Apollo, India, yang sudah sangat berpengalaman menangani kasus-kasus ekstrem atau penyakit langka di India.

mahendra1

Mahendra belajar bersama teman-temannya setelah operasi. (Cover Asia Press/Faisal Magray)

Operasi untuk meluruskan leher Mahendra berjalan lancar selama 10 jam. Kepala Mahendra mulai bisa tegak dan ia bisa melihat dunia dengan tidak terbalik.

Mahendra bahkan sempat bergabung dengan anak-anak lainnya untuk belajar karena selama ini ia tak bisa pergi ke sekolah. 

Sayangnya, kesempatan Mahendra untuk hidup tak berlangsung lama. Ia mengalami kematian yang sangat mendadak.

Baca: Mendagri Tegaskan Jika Ahok Mundur dari Cagub Kena Sanksi Pidana dan Denda Besar

Baca: Anggota HMI Mengaku Serang Aparat Karena Ada yang Suruh dari Mobil Komando

Baca: 5 Anggotanya Ditangkap, HMI Bakal Ajukan Praperadilan

Ibu Mahendra, Sumitra (36), menceritakan, sebelum meninggal dunia, Mahendra menjalani hari-hari seperti biasa pada Sabtu itu.

Setelah makan siang, Mahendra berbaring untuk menonton TV. Sumitra pun menyetel film kartun. Namun, tak lama kemudian, Mahendra batuk-batuk sebanyak dua kali.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help