Hasyim Sebut Pemerintah Ragu-ragu Selesaikan Kasus Ahok!

"Mestinya sih sederhana tapi menjadi ruwet karena ada inproporsionalisasi pada eselon-eselon kekuasaan negara,"

Hasyim Sebut Pemerintah Ragu-ragu Selesaikan Kasus Ahok!
Kristian Erdianto
Mantan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi saat ditemui usai acara silahturahmi Menteri Pertahanan dengan sejumlah para ulama di aula Bhinneka Tunggal Ika, Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Jumat (11/11/2016). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi menilai pemerintah ragu-ragu dalam menyelesaikan kasus dugaan penistaan agama yang melibatkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Baca: Hasyim Mengaku Khawatir Tuntutan Publik Terkait Ahok Diproses Hukum Melebar, Ternyata Ini Alasannya

Hal tersebut terlihat dari adanya pelebaran prosedur penanganan kasus tersebut.

Menurut Hasyim, kasus Ahok seharusnya bisa diselesaikan secara sederhana tanpa menimbulkan polemik yang berkepanjangan.

Baca: Miris, Kakek 86 Tahun Ini Pilih Menyendiri di Gubuk setelah Tak Tahan Dengan Sikap Anaknya

"Mestinya sih sederhana tapi menjadi ruwet karena ada inproporsionalisasi pada eselon-eselon kekuasaan negara," ujar Hasyim usai acara silahturahmi Menteri Pertahanan dengan sejumlah ulama dan tokoh agama di aula Bhinneka Tunggal Ika, Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Jumat (11/11/2016).

Baca: Cerita Operasi Elang, Kisah Penerjunan Pasukan AURI di Hutan Rimba Papua

Ulama NU yang kini menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu menuturkan, dalam kasus Ahok, seharusnya tidak perlu sampai seorang presiden memberikan pernyataan.

Kepolisian cukup menjalankan laporan yang masuk sesuai dengan prosedur hukum tanpa perlu meminta pendapat siapa pun, termasuk Presiden.

Baca: Ribuan Warga AS Anti-Trump Berencana Kembali Gelar Unjuk Rasa

Apalagi, kata Hasyim, beberapa ulama sudah diminta pendapatnya terkait kasus Ahok. 

Informasi yang didapat juga dianggap telah komplit. Pihak kepolisian pun diminta segera menyelesaikan proses penyelidikan untuk meredakan polemik.

Baca: Kontroversi, Inilah 5 Dampak Kemenangan Trump terhadap Asia

"Dalam tupoksi (tugas, pokok dan fungsi) kepolisian itu kan ada sendiri. Sehingga tidak perlu bekerja ekstra tupoksi begitu," kata Hasyim.

"Jadi biasa saja. Seperti dulu menangani kasus Arswendo Atmowiloto dan Lia Eden. Saya enggak tahu ada apa, tapi kenapa ragu-ragu," ucapnya.

Penulis : Kristian Erdianto

Editor: asmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help