JK Tegaskan Pelapor SBY Tidak Dikenal di Lingkungan HMI

Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga Ketua Majelis Etik Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) angkat bicara soal pelaporan Ketua Umum...

JK Tegaskan Pelapor SBY Tidak Dikenal di Lingkungan HMI
Kristian Erdianto
Wakil Presiden Jusuf Kalla usai meresmikan pembukaan pameran Indo Defence 2016 expo & forum di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (2/11/2016). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga Ketua Majelis Etik Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) angkat bicara soal pelaporan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ke Bareskrim Polri.

Baca: Bela Ducati, Begini Ucapan Lorenzo yang Akan Berpisah dari Rossi, Mengharukan

SBY dilaporkan Forum Silaturahmi Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lintas Generasi karena dianggap melakukan tindak pidana penghasutan saat pidato di kediamannya di Cikeas, Bogor, Selasa (2/11/2016).

Baca: Fadel Muhammad Langsung Dicopot Usai Usul Tarik Dukungan Ahok

Saat itu, SBY menyikapi aksi unjuk rasa yang mendesak proses hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atas tuduhan penistaan agama.

Menurut Kalla, harusnya pelapor tidak bisa mengatasnamakan atau membawa organisasi HMI saat menyampaikan laporannya. Sebab, di keluarga besar HMI, hanya ada dua organisasi yakni Pengurus Besar HMI dan KAHMI.

Baca: Foto Saat Tidur di Kereta Api Jadi Viral, Gubernur Jawa Tengah Ini Tanya Siapa yang Potret

"Lembaga yang itu saya tidak tahu apa, karena itu tidak dikenal di lingkungan HMI," kata Kalla di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (11/11/2016).

KAHMI sebagai Korps Alumni HMI, lanjut JK, tidak akan membuat laporan yang bisa memanaskan situasi seperti itu.

"KAHMI saya kira reaksinya damai," ucap dia.

Baca: Trump Menang, Merebak Kasus Mahasiswi Muslim Alami Kekerasan

Koordinator tim kuasa hukum PB HMI, Muhammad Syukur Mandar, sebelumnya juga menyampaikan hal serupa.

Ia membantah HMI telah melaporkan SBY ke Bareskrim Polri.

"Kalau ada yang mengatasnamakan HMI itu kelompok garis keras. Tentu perbuatannya tidak sehaluan dengan apa yang diputuskan HMI, karena kami jelas mendukung sepenuhnya aksi 4 November itu," kata Syukur di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat.

Penulis : Ihsanuddin

Editor: asmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved