Ternyata Ada Jam Raksasa yang Cukup Menarik Perhatian di Balik Kemegahan Candi Borobudur

Dalam candi tersebut masih banyak terseimpan misteri yang belum banyak diketahui orang.

Ternyata Ada Jam Raksasa yang Cukup Menarik Perhatian di Balik Kemegahan Candi Borobudur
AFP PHOTO / ADEK BERRY
Finalis World Muslimah Awards 2014, Siti Fathimah Junyanti dari Indonesia (kiri), Tarannum Tasmine dari Bangladesh (tengah) dan Lulu Susanti dari Indonesia saat berkunjung ke Candi Borobudur di Magelang, 17 November 2014. Sebanyak 25 finalis dari berbagai negara akan bertanding pada malam grand final World Muslimah Awards di Yogyakarta pada 21 November 2014. 

BANGKAPOS.COM -- Siapa tak kenal dengan kemegahan candi Budha yang ada di Magelang, Jawa Tengah.
Yak, Candi Borobudur ini tak hanya semata-mata untuk ibadah dan destinasi wisata.

Dalam candi tersebut masih banyak terseimpan misteri yang belum banyak diketahui orang.
Satu di antaranya yang menarik adalah jam raksasa Candi Borobudur.

Borobudur didirikan pada sekitar tahun 750 Masehi, ketika seorang arsitek bernama Gunadarma berdiri di sebuah gunung di Kerajaan Syailendra.
Di hadapannya tampak sebuah danau dikelilingi tujuh gunung.

Di tengah danau berdiri sebuah bukit.
Dari danau itu mengalir sungai, berkelok-kelok.
Sebuah pemandangan yang luar biasa indah.

Sayangnya, dua dari tujuh gunung yang mengelilingi termasuk dalam golongan gunung aktif.
Itulah Gunung Merbabu dan Gunung Merapi.
Alam Kerajaan Syailendra subur dan indah, tapi rawan bencana.

Begitu pula Gunadarma yang taat beragama Budha.
Gunadarma mungkin juga berharap kerajaannya selamat dari bencana.
Dia memikirkan sebuah cara, bagaimana jika di tengah danau tersebut dibangun sebuah tempat ibadah.

Hal ini memiliki tujuan agar Tuhan melindungi manusia dari bencana.
Gunadarma merancang tempat ibadat berbentuk bunga teratai.
Bunga teratai raksasa yang mekar di tengah danau dan dikelilingi tujuh gunung.

Raja Syailendra mendukung pembangunan tempat ibadat tersebut.
Tempat ibadat itu dibangun selama 92 tahun.
Ketika selesai, tempat ibadat itu memang tampak layaknya bunga teratai di tengah danau.

Kabut berarak di sekitar Candi Borobudur, magelang, Jawa Tengah.
Itulah tempat ibadat bernama Candi Borobudur.
Sayangnya, gempa dan letusan gunung berapi membuat danau di sekitar Candi Borobudur menghilang.

Tumpukan debu gunung berapi menyebabkan danau mengering.
Di zaman sekarang, Candi Borobudur tidak lagi dikelilingi danau.
Borobudur dibangun sebelum bangsa Kamboja membangun Candi Angkor Wat.

Patung Buddha di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Halaman
12
Editor: dedypurwadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved