Bagaimana Caranya Anak Manut Tanpa Menggunakan Nada Tinggi? Ini Jawaban Menajubkan dari Sukiman

Orangtua tersebut merasa bersalah karena anaknya baru mau diajak belajar menjelang ulangan apabila sudah menggunakan nada tinggi.

Bagaimana Caranya Anak Manut Tanpa Menggunakan Nada Tinggi? Ini Jawaban Menajubkan dari Sukiman
Pos Belitung/Dedy Q
Seminar Nasional Pendidikan Berkarakter yang digelar oleh UPTD Pendidikan Kecamatan Manggar di Gedung Serbaguna, Kantor Desa Padang, Sabtu (12/11/2016) (POSBELITUNG/DEDY Q) 

Laporan wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Seorang ibu merasa bersalah saat mengajak anaknya yang kelas II SD untuk belajar.

Perasaan bersalah itu ia ungkapkan pada acara Seminar Nasional Pendidikan Berkarakter yang digelar UPTD Pendidikan Kecamatan Manggar di Gedung Serbaguna, Kantor Desa Padang, Belitung Timur (Beltim), Provinsi Kepulauan Bangka Belitun (Babel), Sabtu (12/11/2016).

Orangtua tersebut merasa bersalah karena anaknya baru mau diajak belajar menjelang ulangan apabila sudah menggunakan nada tinggi.

"Bagaimana caranya. Karena katanya tidak boleh kasar, tapi kalau tidak begitu, anak tidak nurut," ucap sang ibu.

Persoalan serupa juga disampaikan oleh orangtua lain bernama, Susanto memaksa anaknya belajar sampai anaknya menangis.

Dia baru sadar caranya itu salah setelah melihat sebuah acara di televisi.

Menurut Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga Kemendikbud RI Dr Sukiman M.Pd yang menjadi narasumber pada seminar tersebut, orangtua harus mengungkapkan kesedihannya saat melihat anaknya tak menurut.

Dengan begitu, anak bisa mengerti.

"Ibu dengar kamu berkelahi, ibu sedih mendengar itu," kata Sukiman menirukan bagaimana percakapan seorang ibu dan anak.

Cara lainnya, kata Sukiman, adalah membiarkan anak ketika sudah diingatkan.

Ada kalanya, anak baru akan mengerti jika ia abai terhadap peringatan orangtua saat dia mendapatkan akibat atau sanksi padahal orangtua sudah mengingatkannya sebelumnya.

"Tapi paling tidak dia akan dapat pelajaran, dan dia ingat kata-kata ibu. Saat lari-larian, kemudian terjatuh, dengan cara seperti itu tidak masalah. Perlu ada konsistensi dan contoh keteladanan kita (orangtua)," ujarnya.

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: asmadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help