Home »

Lokal

» Bangka

Bupati Bangka Kumpulkan Para Sarjana Wujudkan Pertanian Tangguh

seminar sehari refleksi 3 tahun pertanian tangguh di Kabupaten Bangka diharapkan para sarjana tersebut dapat mengevaluasi kinerja

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA --- Para sarjana pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan serta stakeholder di bidang pertanian mengikuti seminar sehari refleksi tiga tahun pertanian tangguh di Kabupaten Bangka, Sabtu (12/11/2016) di ruang pertemuan Hotel Tanjung Pesona Sungailiat.

Bupati Bangka, H Tarmizi H. Saat ketika membuka kegiatan tersebut mengatakan, dalam kegiatan seminar sehari refleksi 3 tahun pertanian tangguh di Kabupaten Bangka diharapkan para sarjana tersebut dapat mengevaluasi kinerja yang dilakukan Pemkab Bangka apakah sudah sesuai dengan yang ditetapkan kementerian dan diharapkan masyarakat.

Selain itu, dengan kegiatan tersebut, dapat memberikan masukan kepada Pemkab Bangka tentang apa yang akan diprogramkan untuk masa yang akan datang karena dalam seminar tersebut dihadiri akademisi, praktisi, birokrat, dan juga pelaku usaha serta birokat yang dapat memberikan buah pikiran untuk mewujudkan pertanian yang tangguh di Kabupaten Bangka.

‘’Pertanian bukan hanya dilihat dari pertanian, peternakan, perkebunan saja akan tetapi bagaimana kontribusi pendidikan, pariwisata, jalan dan bidang lainnya yang harus dipersiapkan untuk mendukung sektor pertanian yang tangguh dengan muara meningkatnya sektor perekonomian di Kabupaten Bangka,’’jelas Bupati Bangka.

Dikatakan Bupati Bangka lagi, wilayah Kabupaten Bangka tepatnya sepanjang Pantai Rambak hingga Rebo seluas kurang lebih 600 hektar akan dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang mana dalam perkembangannya akan berdampak luas bagi masyarakat seperti berkembangnya sektor-sektor lainnya.

Untuk itulah, Bupati menegaskan harus ada keterpadukan lintas sektor dimana dalam menyukseskan KEK di Sungailiat harus dihilangkan ego sectoral karena bidang pertanian, pariwisata, perkebunan, dan lainnya harus dipadukan.

Dikatakan Bupati Bangka lagi, kelemahan dalam mewujudkan pertanian yang tangguh adalah tidak diterapkannya One Village One Product (OVOP) karena Bupati mengharapkan di setiap kecamatan di Kabupaten Bangka mempunyai produk andalan masing-masing, namun hingga sekarang belum dapat direalisasikan seperti di Merawang sudah ada basis sayur-sayuran, sedangkan yang lainnya belum ada keterpaduan dan anggaran belum maksimal.

‘’Dalam kegiatan ini juga akan diberikan rekomendasi apa-apa yang harus dilakukan dalam mewujudkan pertanian yang tangguh dan kita akan menyampaikan ke dewan. Kita berharap yang terbaik untuk Kabupaten Bangka,’’jelas Bupati Bangka.

Sementara itu, Kepala Dispernak Bangka, Kemas Arfani Rahman dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini adalah atas inisiatif Bupati Bangka yang kemudian ditindaklanjuti Dispernak dengan mengumpulkan para sarjana dan stakeholder di bidang pertanian, perwakilan Gapoktan, dan pelaku usaha ekonomi yang berbasis pertanian dengan harapan dapat memberikan sumbang saran untuk mewujudkan pertanian yang tangguh di Kabupaten Bangka.

‘’Pembicara dalam kegiatan ini adalah Bupati Bangka, Dirut Bank Jawa Barat, Ahmad Irfan, peneliti Litbang Kementran RI, Saktyanu KD, dan kepala Badan Pengawas perdagangan berjangka komoditi, dengan moderator, Sekda Provinsi Babel, Yan Megawandi,’’ ungkap Kepala Dispernak Bangka.

Penulis: edwardi
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help