Jasad Napitupulu Tertindih Motor

Sesosok mayat ditemukan di kebun sawit di RT Sinarpanca, Dusun Penyamun, Desa Penyamun, Kecamatan Pemali

Jasad Napitupulu Tertindih Motor
bangkapos.com/dok
Sesosok mayat ditemukan terkapar di kebun sawit RT Panca Dusun Penyamun Desa Penyamun Kecamatan Pemali Bangka, Sabtu (12/11/2016). 

BANGKAPOS.COM, PEMALI -- Sesosok mayat ditemukan di kebun sawit di RT Sinarpanca, Dusun Penyamun, Desa Penyamun, Kecamatan Pemali, Sabtu (12/11) siang.

Kondisi mayat berjenis kelamin laki-laki terbujur telungkup, bagian kaki tertimpa motor dinas plat merah Nopol BN 5592 BZ.

Kabar tentang penemuan mayat, menyebar ke pelosok dusun. Warga berbondong-bondong mendatangi lokasi tersebut (TKP).

"Ade mayat...ade urang mati di kebon sawit," kata warga berdesakan ingin melihat keadaan pria yang tergolek tak bernyawa ini.

Sekitar lima meter, dari posisi mayat terdapat sebuah helm warna biru. Pria yang sudah tak bernyawa itu mengenakan celana PNS coklat muda, baju dua lapis, luar putih kotak-kotak dalam merah, lengan panjang abu-abu dan bersendal karet hitan lis merah. Keberadaan mayat ini pertama kali diketahui oleh warga setempat, M Ali (35).

"Waktu itu saya dari arah kampung mau pergi ke kebun. Saat saya melintas kebun sawit ini (TKP), saya agak ngebut pake motor. Tapi selintas saya sempat melihat di sebelah kiri jalan, seperti ada motor roboh di bawah pohon sawit pinggir jalan ini," kata Ali ditemui Bangka Pos Group di lokasi kejadian, Sabtu (12/11).

Ali pun penasaran, lalu menghentikan laju motornya. Dia berbalik arah ingin tahu soal apa yang dilihatnya tadi.

"Penasaran, saya balik arah lagi ingin tahu. Waktu saya lihat rupanya ada pria terbaring, dalam kondisi bagian kaki tertimpa motor dan tidak bergerak lagi," kata Ali, mengaku pertama melihat mayat ini, siang kemarin, sekitar pukul dua belas lewat atau selepas dzuhur.

Ali mengaku gemetar saat pertama mengetahui keadaan itu. Dia tak mau ambil resiko, lalu bergegas kembali ke arah kampung, memberitahu warga setempat.

"Karena saya mabuk darah (gemetar jika melihat darah -red), maka saya panggil orang kampung," kata ayah dua anak ini.

Halaman
123
Editor: edwardi
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved