Jusuf Kalla Bilang Jangan Cuma Berpikir Jatuhnya Pemerintah Saja

Jusuf Kalla meminta, peristiwa besar pada masa lalu tidak dikenang sebagai kejatuhan pemerintahan.

Jusuf Kalla Bilang Jangan Cuma Berpikir Jatuhnya Pemerintah Saja
Kristian Erdianto
Wakil Presiden Jusuf Kalla usai meresmikan pembukaan pameran Indo Defence 2016 expo & forum di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (2/11/2016). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memastikan pemerintah tidak anti kritik. Pernyataannya sekaligus menanggapi pernyataan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.

Keduanya hadir di acara Kongres Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAKAMMI) di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Sabtu (12/11/2016).

Fahri mengungkap, bakal ada gelombang perubahan lewat siklus yang ia yakini bakal terjadi kembali tahun 2018.

"Tapi Fahri tadi menggambarkan siklus bangsa, bagaimana jatuhnya kekuasaan, tapi juga yang perlu diingat bahwa ada juga siklus kebaikan. Jangan berpikir bagaimana jatuhnya suatu pemerintahan saja," kata Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla meminta, peristiwa besar pada masa lalu tidak dikenang sebagai kejatuhan pemerintahan.

"Tahun 1945 kita merdeka dan mengalami kemajuan pada tahun 50-an. Tapi memang ada juga masalah. Bahwa ada kritik itu silahkan tapi depankan kemajuannya dulu," kata Jusuf Kalla.

Kalla juga menegaskan, dirinya tidak anti dengan kritikan yang bisa membawa bangsa menjadi lebih maju. Menurutnya perbandingan selain dengan waktu, bisa juga dilihat dengan negara lain.

"Indonesia ada di tengah-tengah. Kalau diukur dari sisi kemampuan sumber daya manusianya Indonesia sudah cukup baik walau kita masih harus banyak belajar juga," katanya.

"Kebaikan bangsa, kebaikan kita juga dan kesulitan bangsa juga kesulitan kita juga. Apapun perjuangan bangsa tapi tanpa inovasi kita akan menjadi bangsa yang begini terus," tambahnya.

Fahri Hamzah dalam acara itu mengatakan dalam sejarah Indonesia terjadi siklus 20 tahunan. Di mana Indonesia memiliki energi baru.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved