TEROR BOM GEREJA
Pelaku Bom Gereja Samarinda Dihajar Warga
Saat ditangkap, pelaku sempat dipukul oleh beberapa warga yang kemudian menyerahkannya kepada pihak kepolisian.
BANGKAPOS.COM, SAMARINDA - Sebuah bom molotov berdaya ledak rendah, low explosive meledak di halaman parkir Gereja Oikumene, Kelurahan Sengkotek, Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Minggu (13/11/2016) sekitar pukul 10.10 Wita.
Seorang pria yang diduga melempar bom molotov berhasil diamankan warga.
Dari beberapa penusuran Tribun di lokasi kejadian, disebutkan bahwa pelaku bertubuh besar serta memiliki jambang di sekitar wajahnya.
Baca: Warga Berbondong-bondong Datangi Pohon Nangis di Magelang
Baca: Jangan Lewatkan Supermoon Terbesar Sejak 1948 pada Senin Malam di Seluruh Indonesia
Salah satu warga yang memfoto tersangka saat kejadian kemudian memperlihatkan kondisi pelaku saat baru saja tertangkap oleh warga.
Dalam foto tersebut, pelaku terlihat berbaju hitam.
"Itu foto yang saya dapat. Untuk lengkapnya tunggu saja dari kepolisian. Saya tidak berani memberikan keterangan lebih lanjut," ucapnya.
Dikatakan, memang saat ditangkap, pelaku sempat dipukul oleh beberapa warga yang kemudian menyerahkannya kepada pihak kepolisian.
"Saya pukul satu kali tadi. Tak tahu lagi setelah itu," ujar Samuel.
Baca: Kisah Pasukan Elite Indonesia Rebus Sepatu karena Lapar saat Berjuang Merebut Irian Barat
Baca: Artis yang Video Mesumnya Bikin Heboh Ini Makin Cantik dan Awet Muda
Ini juga diamini oleh Agus, warga yang tinggal tepat di depan Gereja Oikumene.
"Tadi sempat dipukul oleh warga. Ini karena kondisi korban juga mengenaskan saat itu terjadi. Kan korbannya anak-anak," ucapnya.
Terduga pelaku pengeboman kini telah diamankan di Polresta Samarinda. Tertangkapnya pelaku pengeboman di Gereja Oikumene, Samarinda Seberang juga tak lepas dari peran warga yang langsung melakukan pengejaran.
"Saat bom meledak, kondisi gereja sudah terbakar, bahkan api sudah membakar atap gereja," ucap Yohanes, jemaat gereja Oikumene.
Baca: Febri Tewas Bakar Diri di Kamar saat Keluarga Sibuk Persiapkan Pernikahan Saudara Kembarnya
Ketika itu terjadi, tiba-tiba ada seorang pria yang langsung lari menjauhi lokasi kejadian. Pria itulah yang kemudian dikejar oleh warga, salah satunya adalah Samuel.
"Saya kejar hampir sekitar 700 meter. Ada 3 orang yang mengejar saat itu. Saat itu, pelaku malah masuk terjun ke sungai. Kami langsung minta para nelayan yang memiliki perahu untuk kejar. Mereka awalnya takut, tapi saya bilang, sudah kejar saja," kata Samuel.
Beruntung saat pengejaran, satu kapal pengangkut pasir menghalangi jalur renang pelaku.
"Ada kapal pasir melintas. Pelaku saat itu juga sudah tak kuat berenang, dan langsung kami tangkap. Kemudian kami serahkan kepada petugas pengamanan salah satu perusahaan yang dekat area tersebut," katanya.
Ditanyakan apakah pelaku saat itu membawa pistol ataupun barang berbahaya lainnya, Samuel menyatakan tidak ada.
"Tidak ada pistol atau pisau yang ia bawa," katanya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/pengebom_20161113_165043.jpg)