30 Akademisi Bahas Penataan Kewenangan MPR RI

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Anggota Badan Pengkajian MPR Prof Dr Ir Hj Damayanti Loebis,

30 Akademisi Bahas Penataan Kewenangan MPR RI
Bangkapos/Dody
Pimpinan Badan Pengkajian MPR RI Prof Dr Ir Damayanti Loebis memberikan cinderamata kepada Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi, usai membuka Workshop Ketatanegaraan, di Hotel Santika Bangka, Jumat (18/11/2016).

BANGKA, BANGKAPOS.COM – Badan Pengkajian Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menggelar workshop selama dua hari di Hotel Santika Bangka, Jumat-Sabtu (18-19/11/2016).

Kegiatan yang digelar selama dua hari ini mengangkat materi bahasan soal Penataan Kewenangan MPR dan Penegasan Sistem Presidensiil.

Untuk membahas dua materi ini, pihak panitia membagi dua kelompok diskusi, yang masing-masing beranggotakan 15 orang.

Para pembahas ini berasal dari berbagai disiplin ilmu dan keahlian dari Bangka Belitung.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Anggota Badan Pengkajian MPR Prof Dr Ir Hj Damayanti Loebis, di ruang Tanjung Kelayang Hotel Santika Bangka, Jumat (18/11/2016).

Selain dihadiri 30 pembahas, ikut hadir juga Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi dan anggota Badan Pengkajian MPR serta Sekretariat Jenderal MPR.

“Dalam kaitan ini, Badan Pengkajian MPR memerlukan masukan yang mendalam dari para pakar/akademisi, terutama mengenai dua isu pokok ketatanegaraan ini,” ujar Damayanti.

Kegiatan ini dibagi dalam dua hari. Hari pertama dilaksanakan diskusi para pembahas dalam setiap kelompok.

Sedangkan pada hari kedua adalah pemaparan hasil diskusi kelompok, yang akan menjadi rumusan masukan bagi Badan Pengkajian MPR kepada Sekretariat Jenderal (Sekjen) MPR RI.

“Output Kegiatan Workshop adalah Rekomendasi dan Prosiding yang disusun oleh Panitia daerah dan disampaikan kepada Badan Pengkajian MPR melalui Biro Pengkajian Sekretariat Jenderal MPR, selambat-lambatnya tujuh hari setelah pelaksanaan workshop ini,” tukas Damayanti.

Sementara itu, Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf mengapreasi Badan Penkajian MPR yang mengajak para akademisi dan praktisi di Babel untuk terlibat menyumbangkan gagasan dalam kaitannya memberikan sumbangan pemikiran terhadap kesempurnaan ketatanegaraan RI.

"Kita berharap sumbangan gagasan dari para akademisi dan pakar di Babel ini dapat berkontribusi memberikan masukan untuk kebaikkan sistem ketatangeraan kita," ujar Muh Yusuf. (doi)

Penulis: dodi hendriyanto
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help