Ratusan Ribu Orang Turun ke jalan, Desakan untuk Presiden Park Mundur Semakin Kuat

Ratusan ribu orang turun ke jalan di Seoul, ibu kota Korea Selatan, Sabtu (19/11/2016), untuk menuntut Presiden Park Geun-hye mundur karena ...

Ratusan Ribu Orang Turun ke jalan, Desakan untuk Presiden Park Mundur Semakin Kuat
EPA
Sambil menyalakan lilin saat berkerumun di pusat Seoul, ibu kota Korea Selatan, Sabtu (19/11/2016), massa warga berseru berulangkali "Park Geun-hye turunlah”. 

BANGKAPOS.COM, SEOUL -- Ratusan ribu orang turun ke jalan di Seoul, ibu kota Korea Selatan, Sabtu (19/11/2016), untuk menuntut Presiden Park Geun-hye mundur karena tersangkut skandal korupsi.

Baca: Sophie Thealle, Si Perancang Busana Langganan Michelle Obama Ogah Karyanya Dipakai Melania Trump

Kelompok penyelenggara demonstrasi mengklaim, massa yang turun ke jalan itu terdiri dari setidaknya 450.000 orang.

Namun, seperti dilaporkan Agence France-Presse, pihak kepolisian mengatakan, jumlah demonstran hanya 155.000 orang.

Baca: Gara-gara Kentut, Anggota Parlemen Kanada Ini Bertengkar

Demonstrasi kali ini merupakan aksi massa keempat dalam sebulan terakhir dan terbesar sejak protes massa pro-demokrasi pada tahun 1980-an.

Baca: Tak Melanggar Kontrak, Luna Maya Mengaku Tetap Dirugikan Ayu Ting Ting

Empat demonstrasi itu memberikan tantangan besar dengan tekanan yang kuat atas kepemimpinan Park. Presiden Park sendiri telah mengabaikan seruan massa sebelumnya.

Sambil menyalakan lilin saat berkerumun di pusat kota Seoul, massa berseru berulangkali "Park Geun-hye turunlah”. Sejauh ini, aksi massa itu berlangsung damai.

Baca: Jenazah Sutan Bhatoegana Dimasukan ke Liang Lahat, Isak Tangis Keluarga Pun Pecah

Polisi anti huru-hara memblokade jalan. Bus dan truk aparat keamanan menutup akses jalan menuju istana Presiden Park di Gedung Biru.

"Kami ingin mengadakan aksi protes damai," kata Nam Jeong-Su, juru bicara Konfederasi Serikat Pekerja Korea kepada Agence France-Presse.

Dalam pidatonya pada awal bulan ini, Park menyatakan bertanggung jawab penuh atas skandal yang merusak dan melibatkan sahabat karibnya, Choi Soon-sil (60).

Menurut Park, “hatinya hancur” karena skandal politik yang mengguncang dan memalukan pemerintahnya. Ia mengatakan, akan bekerja sama dengan jaksa dalam penyelidikan kasus itu.

Jaksa, kata Park, harus menjelaskan apa yang terjadi dan bahwa setiap orang yang terlibat, termasuk dirinya sendiri, harus bertanggung jawab jika terbukti bersalah.

"Sulit untuk memaafkan diriku sendiri dan saya tidur pada waktu malam dengan perasaan sedih,” kata putri mantan Presiden Korsel, Park Chung-hee, dengan suara bergetar.

Sahabat lamanya, Choi Soon-sil, diduga telah menggunakan kedekatan dirinya dengan presiden untuk mencampuri urusan negara dan mendapatkan keuntungan pribadi.

Choi, yang menjadi pusat penyelidikan dugaan korupsi dan nepotisme, telah kembali ke Korsel pada Minggu (30/10/2016) setelah menetap lama di Jerman dan kini sedang ditahan aparat.

Editor: asmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved