Teror Babi Hutan, Warga Merasa Aneh Dipukuli dengan Kayu dan Bambu Tidak Mempan

kekuatan babi hutan yang dinilainya tak lazim. Saat penyerangan sejumlah warga menyaksikan dan bereaksi memukuli babi dengan

Teror Babi Hutan, Warga Merasa Aneh Dipukuli dengan Kayu dan Bambu Tidak Mempan
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKKI
Warga bersama aparat kepolisian dan TNI berburu babi hutan yang meneror warga Desa Ropoh, Kecamatan Kepil, Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat (18/11/2016). Beberapa hari lalu empat orang warga diserang babi hutan, satu di antaranta tewas. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Khoirul Muzakki

BANGKAPOS.COM, WONOSOBO - Ketakutan menghinggapi warga Desa Ropoh, Kepil, Wonosobo, Jawa Tengah, setelah empat orang diserang babi hutan, satu di antaranya tewas.

Mustakim misalnya. Warga Dukuh Sipring, Desa Ropoh, ini belum berani mencari rumput atau pakan ternak ke hutan yang berada di lereng Gunung Sumbing.

Sejak peristiwa serangan babi hutan berbadan besar, ia selalu mencari teman saat hendak bepergian ke hutan. Ia tak ingin bernasib seperti Suyandi, Suranto dan Suparman yang terluka.

Sedangkan Tarmi tewas dan tubuhnya ditemukan di jalan sudut desa. Usianya yang mencapai 85 tahun begitu lemah untuk melawan babi hutan, yang belakangan menyerang menantunya, Suyandi.

"Sejak kejadian itu, warga kalau mau ke hutan harus bergerombol, enggak berani sendiri. Kami masih waspada," kata Mustakim kepada Tribun Jateng, Jumat (17/11/2016).

Bukan hanya meneror petani. Babi hutan juga menakutkan anak-anak. Sejumlah pelajar sekolah dasar di desa tersebut meliburkan diri takut diincar.

serangan babi
Suyandi (80), warga Desa Ropoh, Kecamatan Kepil, Wonosobo, Jateng, satu di antara empat warga yang jadi korban keganasan babi hutan di desa tersebut.

Islahudin warga Dukuh Sipring lainnya mengaku heran. Seumur hidupnya baru kali ini menjumpai babi hutan yang berani menyerang warga.

Biasanya, babi hutan ketakutan dan lari jika menjumpai warga.

Islahudin melihat ketidakwajaran pada fisik babi hutan tersebut.

Halaman
12
Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved