Terkuak, Ternyata Ada Pengendara Mobil Gadaikan STNK untuk Beli BBM di SPBU Ini

"Ada (pengendara) mobil waktu itu isi bahan bakar Rp 100.000 enggak bawa uang, kasih STNK sebagai jaminan. Mobilnya Toyota Avanza. Sampai ..."

Terkuak, Ternyata Ada Pengendara Mobil Gadaikan STNK untuk Beli BBM di SPBU Ini
KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA
Tampak sejumlah surat tanda nomor kendaraan bermotor (STNK), KTP, SIM, dan ponsel yang dijadikan jaminan oleh pengelola SPBU Pertamina di Jalan Raya Binong, Curug, Kabupaten Tangerang, Selasa (22/11/2016). Barang tersebut diserahkan oleh pemilik kendaraan bermotor sebagai jaminan karena belum bisa membayar saat mengisi bahan bakar di sana. 

BANGKAPOS.COM, TANGERANG -- Meski pengendara sepeda motor terhitung paling banyak menjaminkan surat kendaraannya akibat belum bisa bayar bahan bakar, ada juga pengendara mobil yang melakukan hal serupa.

Baca: Ahmad Dhani Disebut Pencitraan saat Pajang Foto Makan di Warteg Ini Bareng Mulan Jameela

Hal itu diungkapkan oleh supervisor SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum) Pertamina di Jalan Raya Binong, Gilang Prabujunta, saat ditemui Kompas.com pada Selasa (22/11/2016) sore.

Baca: Gogon Minta Tukul Tunggu 1.000 Hari Wafatnya Susi Similikiti Bila Ingin Nikahi Meggie Diaz

SPBU di Jalan Raya Binong, Kabupaten Tangerang, itu merupakan satu dari dua SPBU di kawasan Tangerang yang konsumennya menjaminkan surat berharga, kartu identitas, sampai ponsel karena belum mampu membayar bahan bakar minyak (BBM).

Baca: Lewat Udara, Maklumat Kapolda Metro soal Demo Akan Disebar ke Masyarakat

Informasi ini kali pertama didapat saat Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) memonitoring layanan SPBU yang ada di Jabodetabek secara acak, beberapa waktu lalu.

Baca: Netizen Ramai Bantu Jawab Status Facebook Anak Ahok Sean, Kenapa Papa Kamu Jadi Tersangka?

"Ada (pengendara) mobil waktu itu isi bahan bakar Rp 100.000 enggak bawa uang, kasih STNK sebagai jaminan. Mobilnya Toyota Avanza. Sampai sekarang belum balik-balik lagi buat ambil STNK-nya," kata Gilang.

Menurut dia, sejak SPBU di sana beroperasi pada tahun 2007, sudah lebih dari 50 pengemudi mobil dan sepeda motor yang menggadaikan surat atau barangnya saat membeli BBM.

Dari puluhan pengendara yang menjaminkan barang berharganya, sudah banyak juga yang menebusnya di kemudian hari setelah mengisi bahan bakar di sana.

"Sisanya tinggal ini saja, ada tiga KTP, dua STNK, satu SIM C, sama satu ponsel Nokia. Paling lama STNK ini, sudah ada dari bulan April 2016. Enggak tahu kenapa enggak diurus-urus, mungkin malas atau malu nebusnya," tutur Gilang.

Gilang menilai, konsumen yang belum mampu membayar BBM tidak sengaja menjaminkan barangnya sejak awal. Kebanyakan dari mereka baru sadar tidak membawa uang saat bahan bakar sudah telanjur terisi di tangki kendaraan mereka.

Meski begitu, ada juga konsumen yang dianggap menipu petugas SPBU dengan menjaminkan KTP dengan data yang janggal.

Halaman
12
Editor: asmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved