Jika Warga Jenuh Memilih, Begini Kata Ketua KPU Beltim

Ketua KPU Kabupaten Belitung Timur mengakui kemungkinan pemilih jengah karena terlampau seringnya pemilihan.

Jika Warga Jenuh Memilih, Begini Kata Ketua KPU Beltim
bangkapos.com/Dedy Qurniawan
Ketua KPU Beltim Pirmawan 

Laporan wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Ketua KPU Kabupaten Belitung Timur mengakui kemungkinan pemilih jengah karena terlampau seringnya pemilihan.

"Memang selama lima tahun, itu ada Pilpres, Pileg, Pilbup, Pilgub, bahkan ada Pilkades. Tapi sebenarnya saya rasa pemerintah menyadari ini dengan membuatnya menjadi serentak. Secara bergelombang dulu, tapi nanti bakal total serentak," kata Pirmawan kepada Pos Belitung ditemui usai acara Panwas Beltim di Guest Hotel, Kecamatan Manggar, Belitung Timur, Rabu (23/11/2016)

Dia kemudian menilik partisipasi pemilih Beltim sejak 2004.

"Memang ada kemungkinan jenuh, tapi kalau melihat di Beltim, dari 2004 itu, rata-rata partisipasi pemilih di atas 70 Persen. Memang kesadaran warga untuk datang ke TPS itu relatif tinggi,"

Dia mengatakan, pada Pilkada Serentak 2015 lalu, partisipasi pemilih di Beltim ada di kisaran 77 persen.

"Dibandingkan dengan tiga kabupaten lain di Pulau Bangka, mereka tidak sampai 70-an persen. Target provinsi itu 75 persen. Mudah-mudahan dengan sosialisasi intensif target itu dapat tercapai. Kami usahakan di Beltim 80 persen," ujar Pirmawan.

Pemerhati Demokrasi dan Politik Lokal Bangka Belitung Marwansyah mengatakan, kejenuhan pemilih karena terlampau seringnya pemilihan menjadi wajar.

Menurut Marwan, titik tekannya ada pada kualitas hasil pemilihan itu sendiri.

Menurut dia, ada kemungkinan masyarakat menjadi jengah ketika pilihan mereka toh tidak mampu berbuat banyak terhadap konstituen atau bagi daerah.

Belum lagi jika dikait-kaitkan dengan biaya penyelenggaran dan kerja keras penyelenggara terhadap kualitas hasil pemilihan.

"Pertanyaan selanjutnya, apakah kualitas hasil pemilihan itu ranah KPU? Tapi saya rasa itu lebih tepat ada pada ranah bagaimana kualitas kaderisasi ataupun calon-calon yang ada di partai-partai politik mutakhir. Dalam pembangunan demokrasi, saya rasa esensinya ada di situ," ujar mantan Ketua Panwas Beltim 2015 ini. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved