Kades di Belitung Jadi 'Raja Kecil' Diundang Paripurna Banyak Tidak Hadir

Setiap kali rapat di undang oleh Ketua DPRD, hanya berapa kepala desa yang hadir. Berarti DPRD ini tidak dihargai dan dihormati lagi kepala desa

Kades di Belitung Jadi 'Raja Kecil' Diundang Paripurna Banyak Tidak Hadir
Pos Belitung/Disa Aryandi
Suasana Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Belitung, Senin (28/11/2016). 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Bupati Belitung, Sahani Saleh (Sanem), Senin (28/11/2016) secara tiba-tiba mengeluarkan ucapan tidak sedap didalam rapat paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Belitung.

Suara tidak sedap itu, terkait dengan banyaknya kepala Desa (Kades) di Kabupaten Belitung kini sudah tidak menghormati DPRD dan Bupati Belitung.

"Kayaknya mereka (Kades) sudah jadi raja-raja kecil di Desa-Desa ini. Setiap kali rapat di undang oleh Ketua DPRD, hanya berapa kepala desa yang hadir. Berarti DPRD ini tidak dihargai dan dihormati lagi kepala desa, ini perlu perhatian," ungkap Sanem, Senin (28/11/2016) dengan menggunakan pengeras suara.

Dari 42 orang Kades di Kabupaten Belitung, tercatat hanya dua orang Kades yang mengikuti Paripurna. Dua Kades tersebut, Kades Buluh Tumbang dan Kades Badau. Sedangkan Kades Juru Seberang diwakilkan.

"DPR ini terhormat, tapi kades selama ini saya perhatikan. Bahkan selama sidang, ada kades yang tidak pernah hadir (rapat paripurna), atau mengijakan kaki di DPRD," kata dia.

Maka dari itu, kata Sanem, untuk anggaran Desa ini supaya di stop, lantaran Kades sudah tidak lagi menghargai Bupati maupun lembaga legislatif.

"Cuma dua yang hadiri. Lainnya betul-betul adalah pemberontak, berarti betul-betul kepala desa ini karena sudah bergabung dengan Apdesi, dia sudah ingin kudeta. Menginginkan negara sendiri, ini perlu jadi perhatian kita semua," ujarnya.

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved