Home »

Lokal

» Bangka

Buaya Hitam Pemangsa Sangkuriang Kepalanya Dipotong Pawang

Kepala dan badan 'si hitam' terbelah dua. Dua bagian organ tubuh buaya sepanjang 4 meter bobot sekitar 350 kg itu dipotong

Buaya Hitam Pemangsa Sangkuriang Kepalanya Dipotong Pawang
bangkapos.com/dok
Buaya diduga memangsa manusia ditangkap oleh pawang buaya Mang Syarif di Sungai Lubuk Bunter, Desa Kimak, Kabupaten Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala dan badan 'si hitam' terbelah dua. Dua bagian organ tubuh buaya sepanjang 4 meter bobot sekitar 350 kg itu dipotong menggunakan senjata tajam.

Lalu ditanam pada tempat terpisah di bibir Sungai Lubuk Bunter Desa Kimak Kecamatan Merawang Bangka, Rabu (30/11/2016) siang.

Buaya itu dipotong dua, setelah dinyatakan mati. Kematiannya, pasca ditinggal pulang oleh Pawang, Mang Syarif. Mang Syarif meninggalkan Desa Kimak Merawang, untuk pergi ke kampung halamannya di Desa Bukitlayang Bakam, setelah hampir dua pekan berburu di Sungai Lubuk Bunter Kimak.

Baca: Isi Perut Buaya Hitam Pemangsa Sangkuriang Bikin Warga Penasaran

Baca: Cawagub Ini Rela Habiskan Dua Jam Saksikan Sidang Tipikor Home Stay

Baca: Ayu Ting Ting Lagi Hepi, Rayakan Followers Instagram yang Capai 17 Juta, Ini Video Kocaknya

Namun, baru beberapa jam, ditinggal pawang, si hitam pun tak benyawa.

Karena itu pula, Mang Syarif balik lagi ke Desa Kimak. Binatang yang dia tangkap empat lalu, dan diletakkan di Lapangan Bola Desa Kimak, dia potong dua, Rabu (30/11/2016) siang.

Kepala dan badan buaya diangkut menggunakan truk, dibawa kembali ke bibir Sungai Lubuk Bunter Kimak, tempat buaya ini diduga memangsa manusia, Sangkuriang alias Siankuri alias Biel, pekan lalu.

Dua bagian organ tubuh buaya ditanam pada tempat terpisah, di sepadan bibir sungai yang sama.

Proses pemotongan buaya, hingga penanaman bangkainya, dilakukan oleh Mang Syarif, dibantu warga Desa Kimak.

Baca: Beginilah Jawaban Meggie Diaz soal Gosip Dibelikan Rumah oleh Tukul Arwana

Baca: Ustaz Wijayanto Pimpin Istighosah dan Tabligh Akbar di Alun-Alun Taman Merdeka Besok

Baca: Dua Direktur Investasi Bodong Dibekuk Raup Rp 700 Miliar Dana Nasabah

"Setelah buaya ini mati, kemudian kepalanya dipotong oleh pawang, Mang Syarif, lalu dikubur di Bibir Sungai Lubuk Bunter Desa Kimak," kata Kepala Desa (Kades) Kimak, Mustofa, Rabu (30/11/2016) siang.

Dilansir sebelumnya disebutkan, jasad Sankuriang alias Siankuri alias Biel (40) akhirnya ditemukan, hari ketujuh setelah diterkam buaya Sungai Lubuk Bunter Desa Kimak.

Jasad korban tedampar di semak belukar kebun milik warga, tepi sungai ini, Minggu (20/11/2016) petang.

Jasad korban, tanpa kedua tangan dan tanpa pergelangan kaki kanan, langsung dimandikan dan dikafani, kemudian disalatkan di tempat penemuan. Kemudian jasat korban dimakamkan, selepas Magrib, Minggu (20/11/2016) malam di TPU Desa Kimak.

Sepekan kemudian, Pawang Mang Syarif berhasil memancing buaya hitam, panjang 4 meter, lebar 63 cm, bobot sekitar 350 kg, empat hari lalu.

Buaya dipajang di Lapangan Bola Desa Kimak, dan menjadi tontotan warga. Namun, Selasa (29/11/2016) malam, buaya ini mati.

Ikuti kami di
Penulis: ferylaskari
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help