Rebo Kasan Usaha Pelestarian Kearifan Lokal

Rebo Kasan yang digelar warga Air Anyir, Kecamatan Merawang, merupakan salah satu kearifan lokal Kabupaten Bangka

Rebo Kasan Usaha Pelestarian Kearifan Lokal
IST
Bupati Bangka H Tarmizi bersama para pejabat dan undangan menarik ketupat lepas tanda tolak bala pada pada kegiatan Rebo Kasan, Rabu (30/11/2016) di Masjid Baitul Ichsan, Dusun Mudel, Air Anyir, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka.

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kegiatan adat yang diadatkan yakni Rebo Kasan yang digelar warga Air Anyir, Kecamatan Merawang, merupakan salah satu kearifan lokal Kabupaten Bangka yang harus dilestarikan seperti halnya kegiatan adat lainnya di Kabupaten Bangka.

Hal tersebut disampaikan Bupati Bangka, H Tarmizi Saat, ketika memberikan sambutan pada kegiatan Rebo Kasan, Rabu (30/11/2016) di Masjid Baitul Ichsan, Dusun Mudel, Air Anyir, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka.

"Dalam acara Rebo Kasan ini perbanyak membaca Al Qur’an, shalawat, istigfar, tawaddu, dan berdoa bersama. Kegiatan ini menjadi kearifan lokal seperti halnya kegiatan 1 Muharram di Kenanga atau Maulid nabi di Kemuja," ungkap Tarmizi melalui rilis yang dikirimkan Humas PDE dan Santel Setda Bangka.

Menurutnya, di Indonesia ada empat daerah yang menyelenggarakan Rebo Kasan yakni di Kalimantan Selatan, Bangka Belitung, Sunda, dan Jawa dalam menghadapi tolak bala yang menjadi kearifan lokal.

Kegiatan ini juga bukan hanya sekedar perayaan saja di Air Anyir karena sebagai daerah penyanggah sebelum Pangkalpinang sesudah Sungailiat yang sudah mulai dibangun jembatan Baturusa Emas, baturusa 2 dan Jembatan baturusa 1 akan dibangun 2 jembatan dengan anggaran Rp 47 Milyar pada tahun 2017.

Untuk itulah, kepada pemerintah desa dan masyarakat agar bisa menata desanya sebaik mungkin dengan memunculkan ciri khasnya sehingga wisatawan lokal atau luar daerah yang berkunjung dan melintasi daerah Air Anyir akan tertarik singgah untuk membeli sesuatu atau menikmati wisata di Air Anyir.

"Kedepannya juga jika kawasan ekonomi khusus sudah jadi maka orang yang akan menuju Sungailiat akan singgah ke Air Anyir jika ada ciri khas di sini seperti keripik air anyir, Dodol Temberan, Kemplang Mudel, atau lainnya. Tiga pilar pembangunan harus saling mendukung yakni pemerintah, swasta, dan masyarakat," jelas Tarmizi.

Pada acara ini Staff Ahli Gubernur Babel bidang SDM, Sosial, dan kemasyarakatan, Hj Syafitri mengatakan, kegiatan Rebo Kasan ini adalah bagian dari upaya melestarikan adat istiadat di Provinsi Babel agar selalu terjaga keberadaannya dan bisa diturunkan ke generasi berikutnya.

Pelestarian ditujukan ke arah kemajuan peradaban, persatuan dan kesatuan serta kesejahteraan masyarakat. Dengan pelestarian adat istiadat tersebut dapat mendukung, memelihara, dan menjaga nilai-nilai budaya social budaya daerah serta dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

‘"Pelestarian adat istiadat dapat dijadikan modal sosial dalam membangun daerah dan bangsa" ungkap Syafitri.

Kegiatan adat Rebo Kasan tersebut dihadiri juga Kapolres Bangka, anggota DPRD Bangka, Ketua TP PKK Bangka, Hj Mina Tarmizi, Ketua DWP Bangka, Hj Diny Herlina Fery Insani, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala SKPD di Lingkungan Pemda Bangka, masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved