Pendapatan Pajak Alat Berat di Basel Berkurang Diduga Beroperasi Diam-diam

masih terdapat alat berat yang beroperasi secara diam diam dan tidak membayarkan pajaknya.

Pendapatan Pajak Alat Berat di Basel Berkurang Diduga Beroperasi Diam-diam
bangkapos.com/Riki Pratama
Basri Kepala UPT DPPKAD Provinsi Kepulauan Babel Kabupaten Bangka Selatan 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala UPT DPPKAD Provinsi Kepulauan Babel Kabupaten Bangka Selatan Basri, mengatakan jumlah alat berat yang ada di Bangka Selatan kian berkurang.

Namun ia tidak menyangkal masih terdapat alat berat yang beroperasi secara diam diam dan tidak membayarkan pajaknya.

"Alat berat sekarang banyak yang pemilikan dibawa ke Kalimantan, ini berdasarkan perkataan wajib pajak, bahwa alat berat atau PC yang ada sudah di jual dengan bukti surat ke luar daerah, namun masih terlihat ada alat berat yang beroperasi di wilayah Basel secara diam diam, dan tidak membayarkan pajaknya, akibatnya sektor ini sudah tidak lagi potensial untuk pendapatan pajak," kata Basri kepada bangkapos, Kamis (1/12/2016) di ruanganya

Tambahnya penerimaan pajak kendaraan motor alat berat hingga 30 November secara global Rp 68.034.700 dengan target Rp 936,692.000.

"Hal ini penyebabnya karenakan lahan untuk tambang darat semakin sempit aturan semakin ketat Melihat kondisi seperti ini sulit, kita harus melakukan terobosan baru, seperti pajak PC mini, forklip itu bisa di angkat menjadi potensi pajak,sekarang ini hanya bertahan pada perusahaan sawit dan milik pribadi saja,"ucapnya

Dimana menurutnya untuk pemilik pribadi alat berat sebanyak empat orang, sementara untuk perusahan yang memiliki alat berat di Bangka Selatan terdapat tiga perusahaan yakni PT Timah, PT Bumi Sawit Sukses Pratama dan PT Bangka Plasma Besaoh.

Penulis: Riki Pratama
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved