Asyiknya Blusukan di Pasar Dubai Demi Melihat Cincin Terbesar di Dunia

Ada dua shouq atau pasar dalam bahasa setempat, yang letaknya bersebelahan. Pasar pertama adalah Spices Shouq atau pasar rempah-rempah. Masuk ke ...

Asyiknya Blusukan di Pasar Dubai Demi Melihat Cincin Terbesar di Dunia
Kompas.com/Ni Luh Made Pertiwi F.
Cincin terbesar di dunia 

BANGKAPOS.COM, DUBAI -- Langkah kaki kami begitu cepat, seakan setengah berlari. Kami berada di tengah-tengah pasar di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. Bukan karena pasar akan tutup sebentar lagi tetapi karena agenda kami begitu padat.

Baca: Wanita Ini Melahirkan dalam Mobil Tapi Harus Bayar Puluhan Juta ke Rumah Sakit

Malam sudah larut. Jika sesuai agenda, seharusnya kami sudah mulai menikmati makan malam. Alih-alih demikian, kami malah masih tengah asyik menjelajahi pasar tradisional.

Baca: Dugaan Makar Kapolri Terbukti, Tujuh Orang Jadi Tersangka

Pasar ini begitu akrab di kalangan turis. Seakan tempat wajib dikunjungi wisatawan yang ingin melihat wajah tua Dubai. Di tengah gemerlap modernitas Dubai, turis bisa melihat sisi tradisional di pasar ini.

Baca: Kisah Mengejutkan, Sudah Dieksekusi Mati 21 Tahun Lalu, Pria Ini Ternyata Tak Bersalah

Ada dua shouq atau pasar dalam bahasa setempat, yang letaknya bersebelahan. Pasar pertama adalah Spices Shouq atau pasar rempah-rempah. Masuk ke dalam pasar di sisi yang berbeda adalah Gold Shouq atau pasar emas.

Sebelumnya, Gabriel, pemandu wisata dari Arabian Adventures yang mengantar rombongan jurnalis Indonesia dalam famtrip Emirates, Senin (21/11/2016), telah menceritakan sekilas tentang pasar emas ini. Pasar inilah tempat orang berburu emas dan segala rupa perhiasan serta aneka berlian.

Baca: Inilah Nama 15 Polisi, Penumpang Pesawat yang Jatuh di Antara Perairan Batam dan Babel

"Orang lokal juga berbelanja di sini. Saya juga beli cincin pernikahan di pasar ini," kata Gabriel yang sebenarnya asli Rumania tetapi telah bekerja dan menetap di Dubai selama lima tahun.

Ia menuturkan ada banyak tempat di Dubai untuk berbelanja emas dan perhiasan, misalnya di mal dan pusat perbelanjaan lainnya. Namun hal yang berbeda adalah di shouq, harga bisa ditawar.

"Jadi Anda memang harus pandai menawar, tawarlah sampai 50 persen dari harga," tutur Gabriel.

Namun karena tergesa-gesa, kami tak sempat bertanya pada para pedagang mengenai harga emas dan perhiasan yang ditawarkan di pasar tersebut. Ada papan yang menunjukan harga emas pada hari itu. Sayangnya, saat saya mengecek papan tersebut, kolom harga malah kosong.

Sepanjang masuk ke dalam pasar dipenuhi toko-toko yang begitu terang benderang. Begitu kontras dengan suasana di luar pasar yang gelap karena malam sudah tiba. Sebenarnya akibat efek lampu toko tetapi kilau emas dan berlian semakin "membutakan" mata.

Halaman
12
Editor: asmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help