Tersangka Makar

Tiga Tersangka Makar Termasuk Sri Bintang Ditahan di Polda Metro

"Sri Bintang Pamungkas dan dua tersangka lain yang kakak beradik, Jamran dan Rizal ditahan di Polda Metro," kata Boy Rafli Amar, Sabtu (3/12/2016) di

Tiga Tersangka Makar Termasuk Sri Bintang Ditahan di Polda Metro
WARTA KOTA
Sri Bintang Pamungkas 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - ‎Sri Bintang Pamungkas adalah satu di antara dua tersangka yang ditangkap lalu ditahan di Polda Metro Jaya sebelum aksi 212 pada Jumat (2/12/2016) lalu.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Boy Rafli Amar mengatakan Sri Bintang Pamungkas ditahan karena ancaman hukumannya diatas lima tahun penjara.

"Sri Bintang Pamungkas dan dua tersangka lain yang kakak beradik, Jamran dan Rizal ditahan di Polda Metro," kata Boy Rafli Amar, Sabtu (3/12/2016) di Mabes Polri.

Boy Rafli Amar melanjutkan Sri Bintang Pamungkas ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan ‎karena melakukan penghasutan melalui media sosial Youtube dan dijerat dengan UU ITE.

Sementara‎ kakak beradik, Jamran dan Rizal ditangkap dan ditahan berkaitan ujaran kebencian di media sosial serta dugaan makar.

"Kakak beradik ini dijerat UU ITE Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45 ayat 1, Pasal 107 KUHP dan pasal 110 KUHP tentang pemufakatan," kata jenderal bintang dua itu.

Mantan Kapolda Banten ini menambahkan kedua kakak beradik ini teridentifikasi sejak minggu ke 4 November melakukan posting ujaran kebencian yang bisa menimbulkan kemarahan publik hingga antipati pada pihak tertentu dan pemerintah.

Baca: Bertabur Video Makar Sri Bintang Pamungkas di Youtube

Baca: 10 Tokoh yang Ditangkap Gegara Makar, Anak Presiden, Artis, Hingga Jenderal

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul menjelaskan penangkapan sebelas orang terkait dugaan makar sebelum aksi 212 termasuk dalam delik formil.

Martin Sitompul menjelaskan delik formil yang dimaksud adalah penetapan tindak pidana dengan tidak harus menunggu akibat dari tindakan tersebut.

"Polri melihat delik formilnya adalah usaha penghasutan untuk memaksa masuk ke Gedung DPR dan kemudian memaksa dilakukan sidang istimewa," ujar Martin Sitompul saat ditemui dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (3/12/2016).

Halaman
12
Editor: Idandi Meika Jovanka
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help