Kisah Bidan Fifi Pulang Kampung Langsung Hadapi Kasus Berat

Bidan Fifi langsung mendapat kasus yang cukup berat, yaitu seorang ibu hamil yang mengalami gejala eklampsia atau tekanan darah tinggi.

Kisah Bidan Fifi Pulang Kampung Langsung Hadapi Kasus Berat
KOMPAS.COM/DIAN MAHARANI
Suasana dermaga Kampung Wisata Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Selasa (29/11/2016). 

BANGKAPOS.COM, LABUAN BAJO – Banyak hal yang membuat jantung Fifi Sumanti (24) berdegup kencang saat menjalani profesinya sebagai bidan.

Setelah lulus dari Akademi Kebidanan Syekh Yusuf Gowa di Makassar, Sulawesi Selatan, Fifi langsung kembali pulang ke tempat tinggalnya.

Dia berasal dari Pulau Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Tak disangka, ia langsung mendapat pasien malam itu juga.

Fifi bahkan langsung mendapat kasus yang cukup berat, yaitu seorang ibu hamil yang mengalami gejala eklampsia atau tekanan darah tinggi.

"Malamnya saya dipanggil warga karena ada ibu hamil yang mengeluh sakit kepala, bengkak di bagian kaki dan wajah. Saat itu sama sekali tidak ada bidan, yang ada hanya satu perawat laki-laki," cerita Fifi kepada Kompas.com.

Sebagai bidan yang baru saja wisuda, Fifi mengaku masih minim pengalaman menangani ibu dengan eklampsia.

Ia pun hanya mengandalkan teori.

Di pulau yang terkenal sebagai destinasi pariwisata dunia itu memang ada Puskesmas Pembantu (Pustu) Komodo.

Namun, fasilitas kesehatan masih terbatas dan persediaan obat saat itu sedang kosong.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved