Sebagian Ruko Bekas Kebakaran Diruntuhkan dengan Alat Berat

Sebagian dari bangunan terbakar di Jalan Sriwijaya, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Selasa (6/12/2016) mulai diruntuhkan

Sebagian Ruko Bekas Kebakaran Diruntuhkan dengan Alat Berat
bangkapos.com/Disa Aryandi
Kondisi bangunan yang diruntuhkan, akibat kebakaran di Jalan Sriwijaya, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. Selasa (6/12). 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Sebagian dari bangunan terbakar di Jalan Sriwijaya, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Selasa (6/12/2016) mulai diruntuhkan.

Terutama bangunan beton yang ada berposisikan dilantai dua bagian belakang, rumah sekaligus gudang milik Gunawan (33) tersebut.

"Iya dirubuhkan, soalnya bahaya," kata Gunawan kepada Posbelitung.com, Selasa (6/12/2016).

Peruntuhan bangunan itu, semula dengan menggunakan alat berat. Bangunan yang sudah pernah terbakar, diruntuhkan karena dianggap berbahaya dan berpotensi runtuh secara tiba-tiba.

Kategori Kebakaran Terbesar

Kebakaran satu paket ruko, gudang serta rumah di Jalan Sriwijaya, Kelurahan Kampung Damai, Kecamatan Tanjungpandan, Minggu (4/12) kemarin malam, merupakan sebuah kebakaran hebat. Dari pelbagai peristiwa kebakaran, kebakaran yang melahap bangunan milik keluarga besar Memei (33) itu, ketegori paling besar.

Pasalnya potensi kobaran api ketika itu sangat besar, dan menyebar kebagian seluruh bangunan hingga kebagian atap lantai tiga. Selain itu, untuk upaya pemadaman terbilang paling lama yaitu memakan waktu sekitar 12 jam 30 menit.

"Saya rasa semejak saya menjabat sudah empat tahun disini (Satpol PP), ini kejadian kebakaran yang paling besar," ungkap Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung, Alkar.

Pengakuan bahwa kondisi api yang menghanguskan rumah berlantai tiga dua itu, merupakan kategori kebakaran paling besar di Negeri Laskar Pelangi juga diakui oleh Kabag Ops Polres Belitung, Kompol Siswo Dwi Nugroho.

"Kalau lihat kondisi semalam, memang begitu (kebakaran paling besar -- red). Lagi pula, kondisi akses jalan untuk damkar hanya bagian depan, sedang posisi api awalnya dari bagian belakang," kata Siswo.

Diduga, penyebab kobaran api semakin membesar hingga kebagian lantai tiga bangunan itu, lantaran dibagian ruko, gudang dan rumah itu banyak menyimpan barang-barang pecahbela bersifat plastik, serta barang lainnya yang mudah terbakar secara lama.

Untuk memadamkan api itu, petugas semula mengalami kesulitan lantaran damkar tidak bisa masuk kebagian belakang gudang. Tidak bisa masuknya mobil damkar, karena kondisi lorong atau antara satu bangunan dengan bangunan dibagian sebelah kanan ruko hanya berjarak sekitar dua meter.

"Jadi mobil tidak bisa mendekat, karena akses jalan masuk sangat sulit. Ya upaya kami hanya memainkan pipa panjang saja, mencapai 150 meter," ujar Alkar.

Penulis: Disa Aryandi
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help