Kemenpar RI Pandang Geopark Sebagai Diversifikasi Daya Tarik Belitong

Pada aspek pairiwsata, menurut dia, konsep ini tak akan cukup dengan menata destinasi-destinasi di Pulau Belitung.

Kemenpar RI Pandang Geopark Sebagai Diversifikasi Daya Tarik Belitong
(POSBELITUNG/DEDY QURNIAWAN)
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Dadang Rizki Ratman (POSBELITUNG/DEDY QURNIAWAN)

Laporan wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Dadang Rizki Ratman mengatakan, usulan Geopark Belitong hingga ke UNESCO Global Geopark dipandang Kementerian Pariwisata sebagai usaha diversifikasi daya tarik Belitung.

Contoh-contoh kesuksesas Geopark di nengara dan wilayah lain dapat dijadikan standar ukuran bagaimana mereka bisa mendatangkan dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

"Kami akan coba, bersama Geopark Indonesia lainnya, Belitung ini dijadikan atraksi yang bisa mendatangkan kunjungan wisatawan yang lebih banyak. Kami akan dukung," ujar Dadang, Jumat (10/12/2016) kemarin.

Pada aspek pairiwsata, menurut dia, konsep ini tak akan cukup dengan menata destinasi-destinasi di Pulau Belitung.

Geopark juga perlu didukung dengan upaya promosi, kesiapan SDM, dan kelembagaan. "(Kelembagaan)ini sedang proses, mudah-mudahan tidak memakan waktu lama," katanya.

Dadang menyebutkan sinergi berbagai pihak, mulai dari Pemkab Belitung, Pemkab Belitung Timur, dan Pemprov Babel, Kementerian ESDM, Kemendikbud, Kemenpar, Kementerian Lingkungan Hidup, hingga Kementerian Kelauatan dan Perikanan, sangat diperlukan untuk pengembangan Geopark. Presiden RI Joko Widodo juga disebut berkomitmen pada pariwisata Indonesia.
"Pak Presiden kan selalu bilang, agar mendukung pencapaian target 15 juta kunjungan wisata," katanya.

Selain SDM dan Kelembagaan, kata Dadang, kunci mulusnya usulan Geopark adalah rencana pengelolaan. Pasalnya ini akan dipantau oleh UNESCO Global Geopark terkait sejauh mana progres pengembangannya.
"Apakah bermanfaat atau tidak bagi kesejahteraan masyarakat setempat. Itu seperti tujuan edukasi, tujuan informasi. Kalau dari pariwisiata melihat dari perspektif rekreasinya, artinya rekreasi yang ada manfaatnya, seperti sejarahnya apa," beber Dadang.

Pemkab Belitung, Belitung Timur, dan Pemprov Babel bersama Kemenpar RI disebut juga sudah bersepakat membangun pariwisata Pulau Belitung bertaraf internasional.

Itu kenapa Bandara Hanandjoeddin akan dinaikkan statusnya menjadi bandara Internasional.

"Ini lagi menuju ke sana," kata Dadang (*).

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help