Tahun Depan Pemerintah Terapkan SMK Belajar 4 Tahun, Porsinya 70 Praktek Sisanya Teori

Dengan penerapan sekolah selama 4 tahun itu, Mustaghfirin berharap serapan lulusan SMK sesuai dengan yang diharapkan pemerintah.

Tahun Depan Pemerintah Terapkan SMK Belajar 4 Tahun, Porsinya 70 Praktek Sisanya Teori
Kontributor Malang, Andi Hartik
Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI M Mustaghfirin Amin saat mengunjungi SMKN 2 Kota Malang, Sabtu (10/12/2016) 

BANGKAPOS.COM, MALANG,  - Pemerintah terus mematangkan rencana Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ditempuh selama 4 tahun.

Hal ini sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas lulusan dan penyerapannya di dunia kerja.

Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI M Mustaghfirin Amin mengatakan, penerapan SMK selama 4 tahun itu akan dimulai pada tahun ajaran baru tahun depan. Namun demikian, tidak semua jurusan harus ditempuh selama 4 tahun.

Penerapan itu tergantung dengan kesiapan pengelola jurusan di masing - masing sekolah.

"Bahwa sekali lagi banyak bidang yang tidak cukup dipelajari tiga tahun," katanya saat berkunjung ke SMKN 2 Kota Malang, Sabtu (10/12/2016).

Dengan penerapan sekolah selama 4 tahun itu, Mustaghfirin berharap serapan lulusan SMK sesuai dengan yang diharapkan pemerintah.

Yakni 92 persen terserap di dunia kerja dan sisanya sebanyak delapan persen melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

"Sekarang 82 persen harus terserap. Kita kepingin nanti sampai ke angka 92 persen. Yang sisanya bisa melanjutkan," ucapnya.

Tidak hanya itu, prosentase pendidikan antara teori dan praktek juga akan disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja. Harapannya nanti 70 persen praktek dan sisanya teori.

"Kita lihat, bahwa struktur bangunan, itu nanti tengah - tengah ada gazebo. Itu untuk praktik pakai digital. Itu untuk meningkatkan porsi praktek di sekolah," jelasnya.

Praktik kerja industri juga akan ditingkatkan menjadi enam hingga delapan bulan. Hal itu supaya siswa mampu berhadapan langsung dengan dunia industri.

 
Penulis: Kontributor Malang, Andi Hartik

Editor: Hendra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved