Kereta Gas Hantam Tiang Listrik Lalu Meledak Bakar Ratusan Rumah

Tujuh orang tewas di sebuah desa di timur laut Bulgaria akibat kereta api pengangkut gas tergelincir dan meledak.

Kereta Gas Hantam Tiang Listrik Lalu Meledak Bakar Ratusan Rumah
AFP PHOTO / Boris KOLEV
Kereta membawa gas yang tergelincir dan meledak di kota Hitrino, Bulgaria, Sabtu (10/12/2016) waktu setempat. 

BANGKAPOS.COM, SOFIA - Tujuh orang tewas di sebuah desa di timur laut Bulgaria akibat kereta api pengangkut gas tergelincir dan meledak. Sekitar 50 rumah dan bangunan lainnya hancur.

Seorang pejabat setempat, Sabtu (10/12/2016), melaporkan, puluhan orang juga terluka dan sedikitnya lima korban di antaranya dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Pemerintah Bulgaria mengatakan, mereka  akan mengumumkan hari perkabungan nasional pada Senin (12/12/2016).

http://sofiaglobe.com/wp-content/uploads/2016/12/hitrino-photo-2-bulgarian-interior-ministry.jpg

Dua belas tangki kereta swasta, yang membawa propylene, gas elpiji yang mudah menguap dan mudah terbakar, tergelincir di stasiun kereta api desa.

Polisi mengatakan, salah satu tangki menghantam tiang listrik tengangan tinggi, lalu meledak, dan terbakar pada Sabtu dini hari.

http://www.mia.mk/File/Get/133479194?thumb=False

Ledakan kuat membakar ludes puluhan rumah dan bangunan publik lainnya. Banyak orang tertimbun di balik teruntuhan.

Para pejabat memerintahkan mengosongkan permukiman agar propylene tersebut bisa disingkirkan dengan aman.

Petugas spesialis untuk menangani insiden tersebut sedang melakukan operasi untuk memindahkan gas dari tangki kereta di pusat ledakan.

http://ichef.bbci.co.uk/news/624/cpsprodpb/2C4D/production/_92914311_mediaitem92914309.jpg

"Usaha untuk pengosongan tank adalah proses yang sangat kompleks dan lambat," kata Perdana Menteri Boiko Borisov beberapa jam setelah tiba di desa, berjarak 380 km timur laut dari Sofia, Ibu kota Bulgaria.

Permukiman dekat lokasi ledakan propylene itu dihuni oleh sekitar 1.000 orang, menurut seorang pejabat polisi.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved