GESA Minta Keadilan Untuk Abang Faizal‬

Gesa sangat bersyukur, ternyata masih ada Ormas-ormas di Babel yang berani menyuarakan keadilan yang terhimpun di dalam Gesa.

GESA Minta Keadilan Untuk Abang Faizal‬
bangkapos.com/dok
Abang Faisal 

BANGKA, BANGKAPOS.COM -- ‪Perkara Korupsi Dana CSR Bantuan dari PT Timah Tbk untuk mensukseskan perhelatan Internasional Home Stay di Kota Muntok, tinggal menunggu putusan 19 Desember 2016 mendatang.

Perkara ini mendapat perhatian dan dukungan mulai dari pengumpulan seribu tanda tangan tolak kriminalisasi Abang Faizal. Termasuk juga adanya dukungan Gabungan Ormas yang mengatasnamakan AMAK (Aliansi Masyarakat Anti Kriminalisasi) yang mendatangi PT Timah dan Kejati beberapa waktu lalu meminta informasi dan mengajak diskusi terhadap perkara ini.

Bahkan belakangan hadir Gesa (Gerakan Sadar Keadilan) dalam deklarasinya memberi perhatian serius pada perkara Abang Faizal.

Gesa sangat bersyukur, ternyata masih ada Ormas-ormas di Babel yang berani menyuarakan keadilan yang terhimpun di dalam Gesa.

"Gesa mengawal perkara Abang Faizal ini dengan kajian dan penelitian yang cukup mendalam," ujar Koordinator Gesa Finalia.

Dukungan terhadap Abang Faisal ini mengalir dari para akademisi, praktisi hukum Lokal & Nasional (LBH Jakarta), mahasiswa hukum, Ahli CSR, dan perwakilan ormas. Meski dengan berbagai tanggapan yang beragam, akan tetapi analisa mereka mengerucut jika perkara Abang Faizal ini tidak cukup cermat untuk dikatakan sebagai delik.

"Bahkan kecenderungan adanya indikasi kriminalisasi," tukas Fina.

Beberapa kalangan juga memberi respon terhadap perkara Abang Faizal. Misalnya ‪Gustari (Tim Relawan Pemantau Dana CSR) mengatakan Abang Faizal dalam perkara Home Stay terindikasi di kriminalisasikan terkait penyalahgunaan bantuan CSR PT.Timah.

Perkara ini, kata Gustari, tidak cukup mendasar seharusnya di SP3. Pihaknya menilai dana CSR PT Timah bukan termasuk uang kas Negara seperti yang di jelaskan dalam UU 40 Pasal 70 bahwa cadangan wajib tidak dapat dibagikan diperuntukkan untuk menutupi kerugian perusahaan sedangkan cadangan lainnya dapat diperuntukkan bagi keperluan perusahaan seperti pembagian deviden, kegiatan sosial dan lainnya.

" Apalagi Abang Faizal kapasitasnya bukan pegawai BUMN (pegawai PT Timah) seperti apa yang terkandung dalam UU No 19 Tahun 2003. Serta tidak dapat dikenakan dalam UU No 31 tahun 1999 karena kegiatan sudah selesai dilaksanakan sesuai pertanggung jawabannya serta tidak ada temuan dari pihak auditor external dan internal PT Timah," tandas Gustari.

Halaman
12
Penulis: Dody
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved