Gas 3 Kg Langka, Indro Beli Gas di Pangkalan Rp 20.000 Padahal HET Rp 16.000

warga kesulitan mendapatkan gas elpiji bersubsidi tersebut baik di pangkalan-pangkalan maupun para pengecer di warung-warung.

Gas 3 Kg Langka, Indro Beli Gas di Pangkalan Rp 20.000 Padahal HET Rp 16.000
elpiji 3 kg 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Warga Sungailiat kembali mengeluhkan terjadinya kelangkaan gas elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram.

Saat ini beberapa warga kesulitan mendapatkan gas elpiji bersubsidi tersebut baik di pangkalan-pangkalan maupun para pengecer di warung-warung.

Seperti yang dikeluhkan Indro warga Sungailiat, sejak kemarin harus berkeliling Sungailiat untuk mendapatkan gas elpiji bersubsidi tersebut.

"Sudah beberapa hari gas sulit dicari setiap mau beli gas dari kejauhan baik, orang di SPBU maupun di warung-warung sudah melambaikan tangan tanda gas habis. Saya sampai berkeliling dari ujung ke ujung untuk mendapatkan gas seolah gas menghilang," keluh Indro kepada bangkapos.com, Selasa (13/12/2016) di Kompleks Pemda Sungailiat.

Ia baru mendapatkan gas di dekat Kampung Jawa dengan harga gas bersubsidi ukuran tabung tiga kilogram sebesar Rp 27.000.

Keluhan yang sama juga dialami Ira warga Sungailiat. Untuk mendapatkan gas elpiji bersubsidi tiga kilogram, ia terpaksa mencari hingga daerah Lingkungan Jelitik Sungailiat.

Sedangkan Wati warga Sungailiat mengaku beruntung saat kehabisan gas kebetulan pangkalan yang berada tidak jauh dari rumah mertuanya sedang mendapatkan jatah distribusi gas elpiji bersubsidi dari agen gas.

Namun kendati di pangkalan, suaminya yang membeli gas saat itu, harus membayar Rp 20.000 per tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram.

Padahal harga eceran tertinggi (HET) gas elpiji di pangkalan sebesar Rp 16.000.

"Ya dak apa-apalah yang penting dapat gas untuk masak," kata Wati.

Langkanya stok gas elpiji baik di pangkalan-pangkalan maupun pengecer sudah dirasakan oleh warga sejak beberapa bulan terakhir ini, dimana mereka harus berkeliling untuk mendapatkan gas elpiji.

Penulis: nurhayati
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help