Kunjungan Menhan Jerman Luapkan Kemarahan Warga Arab Saudi di Medsos, Ini Penyebabnya

Usai kunjungan Ursula von der Leyen, media sosial langsung diramaikan oleh netizen Arab Saudi yang kecewa atas keputusan sang menteri

Kunjungan Menhan Jerman Luapkan Kemarahan Warga Arab Saudi di Medsos, Ini Penyebabnya
http://static.republika.co.id

BANGKAPOS.COM, RIYADH - Menteri Pertahanan Jerman Ursula von der Leyen jadi target amarah warga Arab Saudi usai sang menteri menolak untuk mengenakan hijab saat berkunjung ke negara kerajaan itu.

Baca: Kapolda Metro Jaya Berikan Penghargaan pada Polisi yang Diserang Wanita PNS MA

Menemui Wakil Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman Al-Daud dengan tetap memperlihatkan rambut pirangnya, Ursula von der Leyen memicu kontroversi.

Baca: Akhirnya Angel Karamoy Buka Suara Setelah Netizen Heboh Dikabarkan Nikah Siri dengan Produser

Ursula von der Leyen dan rombongannya memutuskan untuk tidak mengenakan hijab, seperti yang diwajibkan saat mengunjungi Arab Saudi pekan lalu.

Padahal, pihak Kedutaan Besar Jerman di Riyadh, Arab Saudi, sempat sudah mengirimkan hijab dan baju panjang pada Ursula von der Leyen dan rombongannya.

"Saya tidak akan mengenakan hijab dan tetap mengenakan celana panjang. Tidak akan ada perempuan dalam rombongan saya yang akan mengenakan hijab," tegas Ursula von der Leyen.

Baca: Perlu Anda Waspadai, Begini Mengetahui Gejala Kulit Keracunan Matahari

"Bisa memilih pakaian yang ingin dikenakan adalah hak bagi baik perempuan atau pun laki-laki. Saya tidak suka dipaksa seperti itu," katanya lagi.

Menurut Ursula von der Leyen, dirinya selalu menghormati budaya negara-negara yang dikunjunginya dan bahkan berupaya mengikutinya.

"Tapi, cara saya beradaptasi dengan negara-negara itu pun ada batasannya," jelas Ursula von der Leyen, yang berkunjung mengenakan blazer lengan panjang.

Usai kunjungan Ursula von der Leyen, media sosial langsung diramaikan oleh netizen Arab Saudi yang kecewa atas keputusan sang menteri untuk tidak berhijab.

Bahkan, ada netizen yang menyebut bahwa keputusan Ursula von der Leyen itu merupakan "penghinaan bagi Arab Saudi".

Namun, kontroversi yang diciptakan Ursula von der Leyen atas itu terbilang kecil, sebab cukup banyak tokoh perempuan yang melakukan hal sama ketika berkunjung ke negara itu.

Dari Kanselir Jerman Angela Merkel sampai Ibu Negara AS Michelle Obama, semua pernah berkunjung ke Arab Saudi dan tampil tanpa menutup rambut, meski berpakaian serba tertutup.

Keduanya juga pernah memicu kontroversi serupa karena menolak untuk mengenakan hijab.

Pertemuan Ursula von der Leyen dan Mohammed bin Salman Al-Daud kala itu membicarakan kerjasama di bidang pertahanan dan keamanan.

Kerjasama yang dibahas adalah dalam bentuk pendidikan dan pelatihan terkait pertahanan dan keamanan. (Independent/Daily Express)
(Tribunnews/Ruth Vania)

Editor: dedypurwadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved