BangkaPos/
Home »

Bisnis

» Makro

2017, PT Timah Akan Genjot Produksi Hingga 30.000 Ton, Anggarkan Belanja Modal Diatas 600 Miliar

produksi timah perusahaan pelat merah itu akan digenjot sekitar 10%-20% menjadi 30.000 ton pada tahun depan.

2017, PT Timah Akan Genjot Produksi Hingga 30.000 Ton, Anggarkan Belanja Modal Diatas 600 Miliar
tribunnews
balok timah siap ekspor 

BANGKAPOS.COM--PT Timah Tbk (TINS) menargetkan kinerja tahun depan bisa lebih baik dari tahun ini. Makanya, produksi timah perusahaan pelat merah itu akan digenjot sekitar 10%-20% menjadi 30.000 ton pada tahun depan.

Selain itu, perusahaan akan meningkatkan belanja modal dari tahun ini. ”Untuk belanja modal angka pastinya masih kita susun, pokoknya di atas Rp 600 miliar,” kata Sekretaris Perusahaan PT Timah Agung Nugroho , Jumat (16/12).

Karyawan PT Timah Tbk memeriksa timah batangan hasil produksi perusahaan.
Karyawan PT Timah Tbk memeriksa timah batangan hasil produksi perusahaan.

Tahun ini, TINS menganggarkan belanja modal sebesar Rp 600 miliar yang digunakan untuk penambahan kapal produksi sebanyak dua kapal serta perawatan fasilitas yang sudah ada.

Kemungkinan belanja modal perusahaan tidak hanya untuk pengmbangan bisnis produk timah. Namun, juga diversifikasi bisnis jasa perkapalan, rumah sakit, properti, serta agrobisnis.

Dari road map perusahaan, bisnis agro melalui PT Timah Agro Manunggal akan menyiapkan penggemukan sapi potong berkapasitas 1.000 ekor, memproduksi kompos, serta penanaman pakan ternak. Tahun depan, target jualan sapi akan dipatok 1.000 ekor per bulan.

Lalu, pada bisnis jasa perkapalan, tahun depan akan melakukan pembenahan graving dock di Selindung, Pangkal Pinang, serta membentuk bisnis pengerukan melalui PT Dok & Perkapalan Air Kantung.

TINS memiliki total izin usaha pertambangan (IUP) sebanyak 117 unit dengan total luas wilayah penambangan 511,361 hektare. Dengan cadangan bijih timahsebanyak 328.392 ton.

Emiten komoditas tambang masih berhati-hati dengan sentimen global, terutama kebijakan yang akan ditempuh presiden baru Amerika Serikat, Donald Trump. Seperti PT Timah Tbk (TINS) yang masih memantau arah kebijakan AS sebelum mengatur strategi ke depan.

Sekretaris Perusahaan PT Timah Agung Nugroho mengatakan, dengan tren harga timah yang mulai meningkat pada tahun ini, seharusnya bisa merasa aman untuk proyeksi tahun depan. Namun, lanjutnya, perusahaan masih mewanti-wanti kebijakan moneter Amerika pada Januari 2017.

”Kebijakan Amerika akan berdampak, apakah kami melakukan proteksi atau tidak. Imbasnya volume ekspor dan harga juga bakal terimbas,” kata Agung.

Halaman
12
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help