BangkaPos/

Warga Tak Mengira Daerah Mereka Dipenuhi Harta Karun

Pecahan emas dan manik manik beragam bentuk yang tidak diketahui asalnya diyakini tersimpan diantara pasir seluas satu hektar itu.

Warga Tak Mengira Daerah Mereka Dipenuhi Harta Karun
Tribun Sumsel
Rimbayana merupakan satu dari belasan orang yang masih setia mengadu peruntungan dengan melimbang pasir di areal sebuah perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Desa Ulak Kedondong Kecamatan Cengal, Kabupaten OKI, Sumsel. Pecahan emas dan manik manik beragam bentuk yang tidak diketahui asalnya diyakini tersimpan diantara pasir seluas satu hektar itu. 

BANGKAPOS.COM, KAYU AGUNG - Separuh tubuh Rimbayana (36) terendam air di sungai.

Matanya terus memandang seonggok pasir yang berada di dalam bak berwarna hitam.

Menggunakan kedua tangannya ibu tiga orang anak itu mengaduk pasir hitam itu usai diberi air.

Kegiatan itu terus menerus diulangi puluhan kali hingga pasir menjadi berwarna putih.

Baca: Harta Karun Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Tiba-tiba Muncul ke Permukaan

Baca: 5 Harta Karun yang Konon Terkubur di Bumi Indonesia

Rimbayana merupakan satu dari belasan orang yang masih setia mengadu peruntungan dengan melimbang pasir di areal sebuah perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI).

Pecahan emas dan manik-manik beragam bentuk yang tidak diketahui asalnya diyakini tersimpan diantara pasir seluas satu hektar itu.

“Kadang bisa dapat banyak, tapi lebih sering tidak dapat apa apa, tergantung nasib. Pecahan emas tidak larut dengan air meski pun kecil masih terlihat oleh mata,” ungkapnya dibincangi Tribun.

Baca: Jusuf Kalla Banting Camilan hingga Pukul Meja Kesal Timnas Kalah

Baca: Riedl Ngarep Masih Bisa Tukangi Timnas Indonesia

riedl
Pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl dan Pelatih Thailand Kiatisuk Senamuang dalam jumpa pers leg kedua final Piala AFF 2016 di Thailand, Sabtu (17/12/2016).

Ia menuturkan pecahan emas ataupun manik manik tersebut diyakini berasal dari aktivitas masyarakat zaman dahulu kala, dengan ditandai terdapat kayu yang dipercaya merupakan tiang rumah.

Sekalipun kini lokasi tersebut telah menjadi semak belukar dan tidak dimanfaatkan sama sekali.

Baca: Laporan Aiptu Sutisna Belum Dicabut, Dora Natalia Tetap Diperiksa

Aktivitas melimbang pasir itu kini menjadi kegiatan keseharian warga Desa Ulak Kedondong Kecamatan Cengal, Kabupaten OKI sejak satu tahun lalu.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help