Kapolres Kulonprogo Langsung Cabut Surat Edaran Natal Usai Ditegur Kapolri

"Itu baru sebatas bahan koordinasi Polsek aja melalui grup WhatsApp. Belum ada bentuk fisiknya, bahkan Polda saja belum kami ..."

Kapolres Kulonprogo Langsung Cabut Surat Edaran Natal Usai Ditegur Kapolri
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Kapolri Jenderal Tito Karnavian 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha

BANGKAPOS.COM, KULONPROGO -- Kapolres Kulonprogo, AKBP Nanang Junaedi, menyebut bahwa surat edaran terkait imbauan kamtibmas perayaan natal sama sekali belum dikirimkan kepada perusahaan-perusahaan.

Baca: Terkuak, Ternyata Ini Alasan Mario Namai Aryani di Kontak HP-nya Sebutan Perempuan Setan

Surat edaran yang merujuk kepada Fatwa MUI tentang atribut keagamaan non Islam itu baru sebatas bahan koordinasi antar jajaran kepolisian sektor (polsek).

Baca: Sssttt, Ini Dia Karakter Wanita Berdasarkan Hari Kelahirannya

Yakni, sebagai langkah antisipasi supaya tidak ada tindakan memperkeruh situasi oleh pihak tertentu selama masa perayaan natal.

Baca: Tiga Hari Berturut-turu, Fenomena Awan Berbentuk Pusaran Angin Menaungi Wilayah Ini

"Itu baru sebatas bahan koordinasi Polsek aja melalui grup WhatsApp. Belum ada bentuk fisiknya, bahkan Polda saja belum kami kirimi," kata Nanang saat dikonfirmasi wartawan, Senin (19/12/2016).

Namun begitu, penggunaan fatwa MUI sebagai dasar rujukan pembuatan surat edaran itu dinilai tidak tepat oleh Kapolri.

Baca: 10 Pemandangan Ini Bikin Kamu Mikir Dua Kali Kalau Ingin Berenang di Laut!

Pimpinan tertinggi institusi kepolisian itu lantas menegur menegur keras Kapolsek Kulonprogo dan Kapolresta Bekasi, seperti dikutip kompas.com.

Kapolri menilai, fatwa MUI tidak bisa dijadikan rujukan hukum positif maka itu surat edaran harus dicabut.

Nanang sendiri menyebut, pihaknya belum mendapat pemberitahuan langsung dari Mabes Polri atas teguran tersebut.

Namun begitu, karena Kapolri sudah berbicara di depan awak media, pihaknya langsung mencabut surat edaran itu.

"Sesuai instruksi pimpinan, harus taat dan patuh. Kita sudah laksanakan dan mencabutnya," kata Nanang.

Editor: asmadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved