Terbantu, Warga Kampung Ini Tak Lagi Menganggur Karena Briket Ini

Meski kecil, warga bersyukur lantaran bisa diberi tambahan penghasilan. Uang tambahan ini untuk mengurangi biaya keluarga dan meningkatkan ...

Terbantu, Warga Kampung Ini Tak Lagi Menganggur Karena Briket Ini
Kontributor Semarang, Nazar Nurdin
Warga Salamkrep mengemasi briket dari yang dihasilkan dari tempurung kelapa. Tiap kotak, warga diberi upah Rp 55. 

BANGKAPOS.COM, SEMARANG -- Suripah (43) dan Salimah (35), dua perempuan paruh baya itu sibuk mengemasi pesanan, Selasa (20/12/2016) sore. Lengan kanannya terlihat kehitaman.

Baca: Detik-detik Video Penembakan Duta Besar Rusia di Turki

Di halaman rumahnya di Dusun Salamkerep, Kelurahan Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, mereka bekerja mengemas briket. Upah mereka kecil. Upah bisa terhitung lumayan andai mereka bisa menyelesaikan berapa briket yang berhasil dikemas.

Baca: 6 Alasan Ini Mengapa Orang Kaya Seperti Bill Gates dan Mark Zuckerberg Pilih Model Baju Itu-itu Saja

Meski kecil, warga bersyukur lantaran bisa diberi tambahan penghasilan. Uang tambahan ini untuk mengurangi biaya keluarga dan meningkatkan pendapatan.

Baca: Blak-blakan, Ahmad Dhani Ngaku Tak Punya Uang untuk Bayar Mobil Komando

Salimah bercerita, briket yang dikemasnya akan diekspor ke luar negeri. Ia tidak menyebut spesifik negara mana yang akan dituju. Dia tahunya hanya di ekspor ke India, dan negara-negara di timur tengah.

“Saya tidak tahu diekspor kemana. Kami hanya disuruh ngemasi ini saja,” ucap Salimah.

Baca: Pendukung Ahok Diusir Polisi Saat Sedang Makan

Briket yang dikemas itu dalam ukuran kotak kecil. Satu briket kecil ukuran sekira 5 sentimeter. Briket yang dibuat dari tempurung kelapa itu lalu dikemas ke dalam kotak plastik.

Briket merupakan salah satu bahan bakar alternatif untuk dikembangkan serta diekspor ke luar negeri. Proses pembuatannya mudah serta ketersediaan bahan baku relatif melaimpah.

Para pekerja, seperti Salimah dan Suripah menata briket ke dalam kotak agar susunan tertata 18 buah. Tiap plastik itu mereka dihargai Rp 55. Jika ukuran lebih besar, kotak plastik dihargai Rp 200.

BRIKET
Kontributor Semarang, Nazar Nurdin
Briket kecil dibentuk kotak siap dikemas, untuk pangsa luar negeri.

“Ya lumayan, bisa buat samben (pekerjaan sampingan),” ujar dia.
Suripah menambahkan, warga di kampungnya sudah banyak yang bekerja sambilan mengemasi briket ini. Tiap hari, warga disetori dari pabrik.

Briket sudah dikemas dalam bentuk kotak kecil beserta plastik, serta kardusnya. Warga yang mendapat pasokan hanya bertugas mengemasi saja. Sejauh ini sudah ada lebih dari 25 keluarga yang kerja dengan pola seperti ini.

Halaman
12
Editor: asmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved