Masyarakat Belo Laut Mengadu ke Komisi III Soal Marak Aktivitas Tambang

Masyarakat Belo Laut, Muntok, Babar yang didominasi nelayan mendatangi gedung DPRD Babel.

Masyarakat Belo Laut Mengadu ke Komisi III Soal Marak Aktivitas Tambang
bangkapos.com/Evan Saputra
Anggota Komisi III DPRD Babel, Yusderahman menerima aduan masyarakat Belo Laut, Rabu (21/12/2016). 

Laporan wartawan Bangka Pos Evan Saputra

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Masyarakat Belo Laut, Muntok, Babar yang didominasi nelayan mendatangi gedung DPRD Babel.

Kedatangan masyarakat ini untuk mengadukan maraknya aktivitas tambang di daerah tersebut.

Kedatangan masyarakat ini disambut oleh Anggota Komisi III DPRD Babel, Yusderahman. Komisi ini memang bermitra dan mengurusi masalah pertambangan di provinsi ini.

Perwakilan masyarakat dan nelayan belo laut, Kamis mengatakan pihaknya menyatakan penolakan tambang merupaka harga mati. Sebab, banyak faktor yang memengaruhi pendapatan nelayan karena aktivitas tambang yang terjadi.

Kamis mengatakan aktivitas tambang di belo laut mengancam tujuh dusun didaerah tersebut. Selai itu ada ribuan nelayan yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas melaut.

"Kami menolak aktivitas tambang, disana ada area tangkap nelayan untuk menyabung hidup masyarakat nelayan, ribuan nelayan tercanam tak makan. Kami masyarakat nelayan desa belo laut tidak menyetujui tambang laut, karena wilayah tangkap nelayan tidak ada lagi, kehidupan nelayan terganggu," kata Kamis, Rabu (21/12/2016).

Penulis: Evan
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved