Tontonan Cerdas Lahirkan Generasi Berkualitas

Global TV bekerjasama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bangka Belitung menggelar seminar Media Literasi

Tontonan Cerdas Lahirkan Generasi Berkualitas
IST
Corporate Social Responsibility (CSR) Global TV bekerjasama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bangka Belitung menggelar seminar Media Literasi, di Ruang Seminar FISIP UBB di Balunijuk Kabupaten Bangka, Jumat (16/12/2016). 

BANGKA, BANGKAPOS.COM  – Corporate Social Responsibility (CSR) Global TV bekerjasama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bangka Belitung menggelar seminar Media Literasi, di Ruang Seminar FISIP UBB di Balunijuk Kabupaten Bangka, Jumat (16/12/2016).

Acara ini  berlangsung meriah, dihadiri  lebih dari 100 audiens yang terdiri dari dosen, mahasiswa, dan perwakilan MNC Group. Acara seminar dipandu langsung oleh Pemimpin Redaksi MNC News, Henrik. Sementara bertindak sebagai pemateri Irfan yang merupakan Wakil Pemimpin Redaksi Global TV, Ibrahim mewakili unsur akademisi, dan Rusdiar selaku Ketua KPID Bangka Belitung. Acara tersebut merupakan acara media literasi pertama yang digelar oleh Global TV dengan melibatkan sivitas akademik kampus.

Seminar ini menghasilkan beberapa catatan, diantaranya bahwa media TV sebagai ragam media yang berbentuk audio visual memiliki pengaruh yang paling besar dalam mempengaruhi opini publik. Melalui berbagai konstruksinya, media TV dapat menggiring opini menjadi tendesius. Bahkan dampak dari media TV ini sangat besar, karena bisa menyebabkan konflik serius di tengah komunitas yang cenderung mudah dipengaruhi oleh apa yang mereka tonton. Karena itu, dibutuhkan kerja keras untuk mendorong framing TV yang lebih edukatif, di satu sisi diperlukan sikap selektif dalam mengkonsumsi sebuah informasi. 

Dalam paparannya, Irfan menjelaskan bahwa terjadi tarik-menarik yang kuat dalam industri televisi. Tantangannya adalah bagaimana menyajikan informasi yang edukatif, tapi memiliki rating yang bagus.

“Ada program yang bagus dan edukatif, namun biasanya akan berhadapan dengan tantangan soal rating,” ujar Irfan.

Menjawab pertanyaan salah satu mahasiswa mengenai mengapa ada beberapa film yang diputar berulang, Irfan menjelaskan bahwa pihak televisi selalu mempertimbangkan aspek rating sebuah tayangan. Selain pertimbangan efisiensi, biasanya televisi akan mempertimbangkan apakah sebuah tayangan masih menarik perhatian banyak orang. 

Sementara itu, Ibrahim menyoroti pentingnya mahasiswa memanfaatkan program televisi untuk meng-update pengetahuan umum mahasiswa. Ia menghimbau mahasiswa untuk melek media, menjadi pribadi yang selektif, kritis, dan objektif terhadap sebuah tayangan. Menurutnya, mindset bahwa berita bersifat jadul misalnya harus digeser dengan menempatkan berita yang ditayangkan Tivi sebagai arena untuk memperluas akses informasi. 

Adapun Rusdiar selaku Ketua Komisi Penyiaran Daerah menganjurkan mahasiswa untuk menjadi duta dalam mengawasi berbagai tayangan Tivi. Menurutnya, saluran publik yang dipakai oleh media Tivi menjadikan publik punya hak dalam menentukan arah pengembangan program televisi. Rusdiar juga berbagi petunjuk kriteria kelayakan tontonan sebuah program, termasuk durasi waktu menonton yang baik bagi seseorang, termasuk anak-anak dan remaja. 

Seminar Media Literasi yang ditayangkan dalam Program Buletin Indonesia Siang edisi 17/12 ini berhasil memberikan pemahaman kepada para peserta mengenai urgensi pilihan program tayangan yang tepat untuk masyarakat. Berbagai pertanyaan menarik dilontarkan pada sesi acara, misalnya tayangan yang etis, edukatif, dan strategi untuk menjadi pengawas bagi program yang tidak patut dikonsumsi publik. (*/doi)

Penulis: Dody
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved