JK Bantah Tuduhan Penyerbuan Pekerja Asal China

Di Tiongkok menurutnya gaji minimumnya adalah sekitar Rp 4,5 juta. Sedangkan di Indonesia gaji minimumnya adalah sekitar Rp 2 juta...

JK Bantah Tuduhan Penyerbuan Pekerja Asal China
Abdul Qodir
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) 

Laporan Wartawan TRIBUNnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Kebijakan bebas visa yang diterapkan Indonesia kepada sejumlah negara, termasuk kepada China, juga memberikan dampak buruk. Wakil Presiden RI. Jusuf Kalla (JK) mengakui kebijakan tersebut memang perlu dievaluasi.

Baca: Menikah dengan Keturunan Raja, Artis Cantik Ini Tak Malu ke Pasar Sambil Gendong Anak Pakai Kain

Namun dampak buruk itu bukan seperti yang dikhawatirkan banyak orang, yakni penyerbuan pekerja-pekerja asal negeri Tiongkok itu, yang berakibat kepada hilangnya mata pencaharian Warga Negara Indonesia (WNI). Hal itu tidak mungkin terjadi, karena standar gaji di Indonesia lebih rendah.

Baca: Gara-gara Lakukan Ini Pada Celine yang Sedang Tidur, Suara Stefan William Bikin Netizen Ilfil

"Jadi hampir-hampir tidak ada orang pekerja itu mau datang ke Indonesia, karena gaji murah disini," ujarnya kepada wartawan, di Kantor Wakil Presiden RI, Jakarta Pusat, Jumat (23/12/2016).

Baca: Kecilnya Udah Cantik, Pas Gede Pilih Nikah Muda dan Jadi Istri Pejabat

Di Tiongkok menurutnya gaji minimumnya adalah sekitar Rp 4,5 juta. Sedangkan di Indonesia gaji minimumnya adalah sekitar Rp 2 juta. Oleh karena itu menurutnya pekerja asal China tidak akan berbondong-bondong datang, untuk merebut pekerjaan orang lokal yang digaji lebih murah.

Baca: Aura Kasih Langsung Sewot Saat Netizen Sepelekan Harga Tas Branded 220 Juta

"Tidak ada orang datang berniat dari gaji mahal ke gaji murah, itu hukumnya," terangnya.

Pekerja asal Tiongkok itu menurutnya hanya bekerja di bidang-bidang yang mereka kuasai, dan memang permintah membutuhkan. Jusuf Kalla mencontohkan dengan proyek pembangunan pembangkit tenaga listrik yang mesinnya menggunakan mesin asal Tiongkok.

Baca: Lihat Mama Gisel yang Masih Muda, Netizen: Pangling, Mamanya Cantik Sekali

Hal itu antara lain karena pemerintah meminta proyek-proyek tersebut dikerjakan dengan cepat. Sedangkan bila pembbangunan pembangkit tenaga listrik itu harus menunggu alih teknologi selesai, hal itu dikhawatirkan dapat memperlambat pembangunan.

"Kalau melatih dulu baru bekerja, itu kapan selesainya," ujar Jusuf Kalla.

Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo

Editor: asmadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved