Empat ABK KRI Layang Belum Berhasil Ditemukan, TNI Terjunkan 6 Kapal Perang Untuk Pencarian

Sudah enam kapal perang dan dua pesawat diturunkan namun karena cuaca buruk sehingga tidak setiap saat bisa dilakukan

Empat ABK KRI Layang Belum Berhasil Ditemukan, TNI Terjunkan 6 Kapal Perang Untuk Pencarian
jakartagreater
Kapal Perang TNI AL KRI Layang 

BANGKAPOS.COM--Kapal Ikan Asing (KIA) FB Nurhana yang berbendera Filipina dan mengangkut empat kru TNI AL dan tiga anak buah kapal (ABK) Filipina hilang saat melalukan perjalanan ke Pangkalan TNI AL (Lanal) Melonguane di Talaud, Sulawesi Utara.

Sebelumnya, KIA FB Nurhana ditangkap oleh Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Layang-635 yang dikomandoi Mayor Laut Agus Susatya yang tergabung dalam Operasi Siaga Yudha-16 saat melaksanakan patroli di perbatasan Indonesia-Filipina, 15 Desember 2016 lalu.

Baca: Terungkap, Ternyata Inilah Rahasia Kecantikan Para Wanita Iran

"Memang di laut bisa terjadi risiko tugas, dimana pada saat kita melaksanakan penegakan hukum di laut, kita menangkap kapal KIA FB Nurhana dari Filipina yang masuk Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia," jelas Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim), Laksamana Muda TNI Darwanto saat menggelar Rapat Strategi Pencarian di Pangkalan Udara TNI AL, Manado, Sabtu (24/12/2016) malam.

Baca: Ada-ada Saja, Ingin Rasakan Bercinta Sebelum Meninggal, Artis Ini Sampai Pasang Iklan

Saat dilakukan pengejaran, penangkapan dan penyelidikan, KIA FB Nurhana yang memuat 24 WNA Filipina ternyata tidak membawa dokumen yang lengkap.

"Kapal itu kemudian dikawal, 21 orang kru mereka dipindahkan ke kapal kita, yang tinggal di kapalnya itu sendiri tiga orang, kemudian kita menempatkan tim kawal kita empat orang," ujar Darwanto.

Baca: Demi Uang, Inilah Sepenggal Kisah Para Ibu Inggris yang Diam-diam Menjadi Penjaja Seks

Dalam perjalanan, menurut Darwanto, aman dan lancar, namun saat cuaca buruk, komunikasi terputus. KRI Layang-635 kemudian mengejar ke posisi tim kawal, tapi KIA FB Nurhana tidak ditemukan.

"Sudah enam kapal perang dan dua pesawat diturunkan namun karena cuaca buruk sehingga tidak setiap saat bisa dilakukan penyisiran. Selain itu juga gelombang, arus sehingga mempengaruhi pencarian," jelas Darwanto.

Hingga saat ini, semua lokasi yang diduga tempat awal hilangnya kapal sudah disisir, namun hasilnya masih nihil.

CN 235
CN235 MPA TNI AL ikut mencari hilangnya ABK KRI Layang

Di Pulau Ana, pesawat udara sempat melihat ada bangkai kapal, namun setelah diselidiki ternyata tidak sesuai karena catnya berbeda dengan kapal yang dicari.

"Kita sudah koordinasi dengan Westmincom, kebetulan saya juga sebagai ketua Border Comitee Perbatasan Indonesia Filipina. Mereka juga concern untuk membantu kita melakukan pencarian, mereka juga sudah menurunkan kapal angkatan lautnya melakukan upaya pencarian," ujar Darwanto.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help