Mitos Seputar Daging Kambing yang Beredar di Masyarakat

Malam tahun baru tinggal menghitung jam dan biasanya daging kambing bakar jadi santapan utama saat bersama teman-teman

Mitos Seputar Daging Kambing yang Beredar di Masyarakat
Tribun Lampung
Sate Kambing 

BANGKAPOS.COM - Malam tahun baru tinggal menghitung jam dan biasanya daging kambing bakar jadi santapan utama saat bersama teman-teman merayakan waktu pergantian tahun itu.

Namun sebelum menyantap daging kambing bakar, Anda perlu tahu mitos yang berkembang berkaitan dengan daging kambing. Inilah beberapa mitos yang berkaitan dengan daging kambing.

Mitos ini dikumpulkan dokter spesialis penyakit dalam Ari Fahrial Syam kepada Warta Kota belum lama ini.

Mitos pertama, masyarakat yang kebetulan diketahui tekanan darahnya rendah atau hipotensi (TD < atau = 90/60), meningkatkan makan daging kambing agar tensinya naik. Benarkah?

Menurut dokter Ari, tekanan darah rendah bisa disebabkan oleh berbagai hal.

Bisa karena perdarahan, kurang minum hingga menyebabkan dehidrasi, kelelahan, sampai kurang tidur.

Tensi yang rendah juga dapat disebabkan karena gangguan pada jantung baik karena kelainan katup atau serangan jantung, bahkan gagal jantung.

Tapi pada sebagian masyarakat tanpa melihat kenapa tekanan darahnya rendah langsung mengonsumsi daging kambing secara berlebihan.

“Kalau tensi turun karena gangguan jantung, konsumsi dagingkambing yang berlebihan justru akan fatal dan memperburuk keadaan,” kata dokter Ari.

Sebenarnya yang menaikkan tekanan darah dari daging tersebut, terutama garamnya.

Halaman
123
Editor: edwardi
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved