Ketua MPR Pun Sebut Tak Mungkin 10 Juta Tenaga Kerja China Masuk Indonesia

Ketua MPR Zulkifli Hasan mengapresiasi pernyataan Presiden Joko Widodo yang membantah isu masuknya 10 juta lebih tenaga kerja asing asal China ...

Ketua MPR Pun Sebut Tak Mungkin 10 Juta Tenaga Kerja China Masuk Indonesia
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra
Ketua MPR Zulkifli Hasan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/9/2016) 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Ketua MPR Zulkifli Hasan mengapresiasi pernyataan Presiden Joko Widodo yang membantah isu masuknya 10 juta lebih tenaga kerja asing asal China ke Indonesia.

Baca: Mengejutkan, Ahmad Dhani Ternyata Tahu Dirinya Diincar, Merasa Dibunuh oleh PKI Lewat Youtube

"Saya juga kaget dari mana itu jumlahnya, 10 juta orang masuk itu banyak sekali. Saya rasa tidak mungkin. Kalau ada, di mana 10 juta orang itu berada?" tutur Zulkifli melalui keterangan tertulis, Senin (26/12/2016).

Baca: Mahfud MD sebut Era Presiden Gusdur Pintu Istana Terbuka Bagi Siapa Saja

Namun, Zulkifli tidak memungkiri fakta adanya tenaga kerja asing asal China masuk ke Indonesia.

Beberapa yang ditemukan, Kata Zulkifli, bahkan ada yang melakukan tindakan kriminal seperti yang terjadi di Bogor.

Baca: Kuasa Hukum Ahok Tidak Mau Menerka-nerka Putusan Hakim Besok

Untuk itu, ia mengimbau warga setempat perlu sadar lingkungan. Jika ada warga baru, masyarakat harus mengetahui identitas legalnya.

Ia menilai, masalah ini sudah sangat meluas dan meresahkan masyarakat Indonesia. Karena itu, ia meminta para menteri terkait dan kepala daerah membantu Presiden menyelesaikan masalah ini.

Baca: Si Cantik DJ Butterfly Mainkan Lagu Om Telolet Om Ketika Tampil di Bali

"Saya sangat apresiasi pernyataan Presiden menjelaskan ke rakyat soal masalah tersebut. Namun, tak cukup di situ, pembantu Presiden, seperti para menteri, harus juga menjelaskan kepada rakyat," kata Zulkifli.

"Jangan semuanya ditimpakan kepada Presiden dong, kasihan dia. Para menteri dan kepala daerah harus bantu," lanjut Zulkifli.

Penulis : Rakhmat Nur Hakim

Editor: asmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved