Pabrik Miras Berbahan Spiritus dan Alkohol Obat Luka Digrebek Polisi

Sebelum menemukan rumah kosan yang dijadikan pabrik miras, petugas menemukan empat orang calon pembeli dan satu pemuda

Pabrik Miras Berbahan Spiritus dan Alkohol Obat Luka Digrebek Polisi
KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA
Seorang pemuda yang diduga sebagai penjual miras oplosan diamankan polisi beserta barang bukti di rumah kosan dekat Komplek Olahraga Dadaha, Kota Tasikmalaya, Selasa (28/12/2016). 

BANGKAPOS.COM, TASIKMALAYA,  - Satuan Sabahara Polres Tasikmalaya Kota menggerebek sebuah rumah kos-kosan di wilayah dekat kompleks Sarana Olahraga Dadaha, Kota Tasikmalaya, Selasa (28/12/2016).

Di rumah kosan yang dijadikan pabrik pembuatan miras itu ditemukan beberapa bahan miras yang berbahaya seperti spiritus, pemanis buatan dan alkohol obat luka.

"Setelah kami mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa ada lokasi pembuatan miras oplosan, kita langsung menggerebek dan menemukan beberapa barang bukti sebagai bahan pembuatan miras. Bahan-bahannya disinyalir berbahaya. Untuk pemilik pabrik sendiri sudah melarikan diri dan dalam pengejaran," jelas Kepala Satuan Sabhara Polres Tasikmalaya Kota, AKP Dani Prasetya kepada wartawan di lokasi kejadian, Selasa siang.

Sebelum menemukan rumah kosan yang dijadikan pabrik miras, petugas menemukan empat orang calon pembeli dan satu pemuda sebagai penjual miras oplosan siap edar di rumah kosan lainnya tak jauh dari lokasi pabrik.

Dari penjual ditemukan puluhan miras oplosan yang disembunyikan dalam sebuah tas di atas bangunan kosan.

"Lelaki yang diduga penjual ini awalnya memberikan informasi yang sengaja membingungkan petugas. Tapi setelah terus didesak akhirnya mengakui miras oplosan yang siap dijual di atas bangunan kosan," tambah Dani.

Dani menambahkan, sesuai informasi dari masyarakat bahwa miras oplosan yang belum diketahui namanya tersebut sering dijual ke beberapa warga dan pemuda di wilayah kompleks olahraga Dadaha, Kota Tasikmalaya.

Biasanya sebagian besar penggunanya adalah anak-anak muda yang nongkrong dan bermain di kawasan olahraga tersebut.

"Masyarakat ada laporan sudah merasa terganggu dengan peredaran miras oplosan ini," kata dia.

Sementara itu, salah seorang penjual miras berinisial AD (26) mengaku hanya menjual dan mendapatkan pasokan dari pembuat miras berinisial WW asal Kota Tasikmalaya.

Biasanya, pasokan datang tiap siang karena pembuatannya dilakukan pada dini hari di kosan yang digerebek tersebut.

"Saya hanya mendapatkan pasokan saja. Biasanya siang ini dikirimnya," ungkap dia.

Kini, beberapa miras oplosan beserta alat dan bahan-bahan miras oplosan dibawa ke Mako Polres Tasikmalaya Kota.

Satu pemuda yang diduga penjual dan empat orang sebagai calon pembeli turut diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

 
Penulis: Kontributor Tasikmalaya, Irwan Nugraha

Editor: Hendra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved