Jalan Rusak, Polisi Amankan Truk Pengangkut Tanah Puru dan Alat Berat

sejumlah masyarakat Parit 10 dan sekitarnya sempat ramai-ramai datangi lokasi sebagai bentuk protes. Namun, truk tetap saja

Jalan Rusak, Polisi Amankan Truk Pengangkut Tanah Puru dan Alat Berat
bangkapos.com/Fery Laskari
Alat berat milik AF, warbga asal Kudai Sungailiat berdomisili di Desa Rebo diamankan karena mengeruk tanah puru di kawasan Hutan Produkai (HP) Parit 10 Desa Kimak Kecamatan Merawang, perbatasan dengan Desa Airduren Kecamatan Pemali Bangka, Selasa (2712/2016). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Warga Parit 10, Kecamatan Pemali, Bangka, mengeluh. Jalan aspal di wilayah itu rusak parah akibat dilalui truk-truk pengangkut tanah puru.

Karena kesal, warga melapor ke Polsek Pemali, Selasa (27/12).

"Jalan aspal di Parit 10 rusak gara-gara banyak truk pengangkut tanah puru yang lewat. Akibat kerusakan ini, aruus lalulintas warga dari pemukiman ke kota dan ke kebun menjadi terganggu," kata Acing (41), warga Parit 10 Airduren Kecamatan Pemali Bangka,Selasa (27/12).

Acing menyebutkan, sejumlah masyarakat Parit 10 dan sekitarnya sempat ramai-ramai datangi lokasi sebagai bentuk protes. Namun, truk tetap saja melintas mengangkut tanah puru.

"Apalagi tanah puru itu dikeruk dari kawasan Hutan Produksi (HP). Itu melanggar, kami sudah lapor ke Polsek Pemali," katanya.

Keluhan warga Parit 10 Pemali Bangka soal kerusakan jalan aspal akibat truk pengangkut tanah puruh, langsung ditindaklanjuti oleh Kapolsek Pemali, Ipda Harry Frizko, Selasa (27/12).

"Kami sudah datangi lokasi jalan yang rusak seperti yang dikeluhkan warga," kata Kapolsek Pemali, Ipda Harry Frizko mewakili Kapolres Bangka AKBP Sekar Maulana, Selasa (27/12).

Bahkan kata Kapolsek, keluhan warga tak hanya sebatas jalan yang rusak, tapi penyebabnya.

"Setelah kami ke lapangan diketahui ada pengerukan tanah puru (diduga kawasan Hutan Produksi) di Parit 10. Hanya saja karena lokasinya sudah masuk Desa Kimak (Wilayah Hukum Polsek Merawang), sehingga penanganannya kami serahkan ke Polres Bangka," kata Kapolsek.

Sementara itu, dua unit truk dan sebuah alat berat jenis exavator diamankan. Kendaraan dan pengeruk tanah itu dijadikan barang bukti atas dugaan perambahan kawasan Hutan Produksi (HP) di Parit 10, Desa Kimak Merawang, perbatasan Kecamatan Pemali Bangka.

"Dua unit mobil truk sudah kami tarik dari lokasi Parit 10 ke Mapolres Bangka. Sedangkan alat berat menyusul, diamankan ke Mapolres Bangka," kata Kapolres Bangka AKBP Sekar Maulana, diwakili Kabag Ops Kompol S.Sophian kepada Bangkapos.com, Selasa (27/12) petang.

Diakui Sophian, pengerukan tanah puru oleh alat berat ini, termasuk pengangkutannya dikeluhkan warga Parit 10 Kecamatan Pemali, karena merusak jalan setempat.

"Dan sudah pernah diingatkan, tapi masih beraktivitas, sehingga kami amankan dua truk ke Mapolres Bangka. Sedangkan alat berat (diduga milik AF, warga Kudai) dalam proses pengangkatan," katanya. (fly)

Editor: Hendra
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved