BI Babel Sosialisasikan Uang NKRI, Pengamanan Uang Baru Lebih Kuat

Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bangka Belitung kembali memberikan sosialisasi uang rupiah NKRI tahun emisi 2016

BI Babel Sosialisasikan Uang NKRI, Pengamanan Uang Baru Lebih Kuat
bangkapos.com/Khamelia
Kepala Perwakilan BI Babel, Bayu Martanto saat sosialisasi uang NKRI.

Laporan Wartawan Bangka Pos, Khamelia

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bangka Belitung kembali memberikan sosialisasi uang rupiah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tahun emisi 2016 di hadapan Generasi Baru Indonesia (GenBI) Babel saat acara Gerakan 1000 Tong Sampah, Kamis (29/12), di Taman Sari Pangkalpinang.

Kepala BI Perwakilan Provinsi Bangka Belitung, Bayu Martanto memperkenalkan bentuk dan warna uang yang baru diluncurkan Bank Indonesia, bahkan Bayu memperlihatkan secara langsung wujud uang baru pecahan seratus ribu dan lainnya.

"Uang NKRI yang baru diluncurkan ini terdiri dari sebelas pecahan yaitu tujuh uang kertas dan empat uang logam," ujarnya. 

Ia menjelaskan, total 11 desain bentuk baru uang NKRI 2017. Yakni terdiri dari uang pecahan Rp 100 ribu, Rp50 ribu, Rp20 ribu, Rp 10 ribu, Rp5 ribu dan Rp2 ribu. Sedangkan uang logam terdiri dari nominal Rp 100, Rp 200 dan Rp 1.000.

"Rupiah baru kita menampilkan gambar pahlawan nasional, tari nusantara dan pemandangan Indonesia sebagai wujud kecintaan dan karakteristik Indonesia," ujarnya.

Mengenai tingkat keamanan rupiah baru saat ini Bayu menjelaskan, uang emisi baru ini menjadi salah satu mata uang yang memiliki tingkat keamanan tertinggi di dunia, sehingga akan sulit untuk dipalsukan.

"Tingkat pengamanannya sangat kompleks,  dilengkapi dengan unsur pengamanan yang lebih kuat untuk menanggulangi peredaran uang palsu," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Bayu, rupiah merupakan ciri khas dan identitas Indonesia, maka dari itu seluruh pihak harus bangga serta menjaga martabat kedaulatan rupiah di Indonesia dan dunia.

"Jika ada isu di medsos yang negatif seperti menyatakan uang NKRI tidak dicetak dipercetakan Perum Peruri bahwa itu tidak benar, jangan dipercaya. Demikian pula jika ada yang menyebarkan isu tentang desain uang kertas menyerupai mata uang china jelas itu keliru," tukasnya.

Lebih lanjut Bayu menyebutkan, pendistribusi uang baru di Babel belum terlalu besar dan akan dilakukan secara bertahap.

"Karena uang lama masih berlaku, penyebaran uang baru akan bertahap," ujarnya.

Penulis: khamelia
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved