Akhirnya Citilink Pecat Pilot yang Diduga Mabuk

Pilot diberhentikan karena yang bersangkutan dinilai telah melakukan kesalahan berat dan menunjukkan sikap dan tindakan yang tidak profesional ...

Akhirnya Citilink Pecat Pilot yang Diduga Mabuk
DOK CITILINK
Citilink 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Maskapai Penerbangan Citilink Indonesia akhirnya memecat pilot yang diduga mabuk saat akan menerbangkan pesawat QG 800 rute Surabaya-Jakarta.

Hal ini dilakukan berdasarkan penulusuran dan laporan yang diterima oleh manajemen Citilink Indonesia.

"Citilink mengambil tindakan tegas berupa pemutusan hubungan kerja terhadap pilot yang bersangkutan," kata Chier Executive Officer Citilink Indonesia Albert Burhan dalam keterangan resmi yang diterima, Jakarta, Jumat (30/12/2016).

Albert menuturkan, pilot diberhentikan karena yang bersangkutan dinilai telah melakukan kesalahan berat dan menunjukkan sikap dan tindakan yang tidak profesional dalam menjalankan tugas.

Selain itu, pilot yang bersangkutan juga mengabaikan prosedur keselamatan dan keamanan penerbangan yang berpotensi membahayakan keamanan dan keselamatan penumpang dan awak lainnya.

"Ada tiga hal fundamental yang dilanggar yaitu mulai dari undang-undang ketenagakerjaan, peraturan perusahaan hingga kebijakan SDM yang ada di Citilink. Mulai dari sikap yang ceroboh hingga tidak mengindahkan prosedur kerja yang berdampak pada timbulnya potensi membahayakan keamanan dan keselamatan penerbangan," jelasnya.

Oleh karena itu, Citilink tidak memberikan toleransi sedikitpun bagi karyawan yang bertindak tidak profesional serta mengabaikan kode etik dan integritas dalam bekerja.

"Manajemen Citilink juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang tidak menyenangkan tersebut yang telah menjadi bahan pembicaraan publik selama beberapa hari ini,” pungkasnya.

Atas kejadian itu, Direktur Utama Citilink Indonesia Albert Burhan juga telah mengajukan pengunduran diri dari jabatannya. Namun pengunduran dirinya tersebut belum disetujui secara resmi oleh pemegang saham.

Penulis : Achmad Fauzi

Editor: asmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help