Polisi Selidiki Modus Baru Pencurian Uang ATM Tanpa Memotong Rekening

bank mengalami kerugian sekitar Rp 5 juta. Polres Pangkalpinang sendiri tercatat baru pertama kali menerima jenis tindak pidana ini

Polisi Selidiki Modus Baru Pencurian Uang ATM Tanpa Memotong Rekening
Bangka Pos/Ajie Gusti ?
Tim Identifikasi Polres Pangkalpinang saat melakukan olah TKP bersama pihak Bank di lokasi kejadian, Kamis (29/12/2016). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - ‎Kepolisian Pangkalpinang masih terus melakukan penyelidikan atas kasus pencurian uang di mesin ATM milik PT BRI di halaman toko bangunan di wilayah Semabung Baru Pangkalpinang.

"Kami masih dalami kasus ini, penelusuran masih terus kita lakukan dari barang bukti yang ada," kata Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP M. Saleh mewakili Kapolres Pangkalpinang, AKBP Heru Budi P, Jumat (30/12) siang.

Dirinya pun langsung memimpin anggotanya turun ke lapangan untuk menyelidiki secara penuh laporan dari pihak bank tersebut pada Kamis (29/12) lalu.

Kejadiannya sendiri telah dialami oleh pihak Bank sejak 26 Oktober 2016 lalu. ‎Pengambilan uangnya dilakukan dua kali oleh pelakunya yaitu sekitar pukul 14.37 dan 18.02 WIB.

Atas kejadian ini, pihak bank mengalami kerugian sekitar Rp 5 juta. Polres Pangkalpinang sendiri tercatat baru pertama kali menerima jenis tindak pidana ini pada tahun 2016.‎

"Kali ini pelaku menggunakan cara paksa menahan mulut tempat keluarnya uang, hingga uangnya keluar namun tidak terpotong pada saldo rekening kartu yang dimasukan ke dalam mesin ATM," kata Kabag Ops Polres Pangkalpinang, Kompol Raspandi mewakili Kapolres Pangkalpinang, AKBP Heru Budi P.‎

Tim Identifikasi Polres Pangkalpinang diterjunkan langsung melakukan olah TKP terkait hal tersebut.

Kepolisian ikut didampingi pihak bank terkait yang merasa dirugikan atas kejadian kehilangan sejumlah uang ini.

Beberapa temuan didapatkan oleh kepolisian dalam pemeriksaan lokasi kejadian.

Pegawai bank yang hadir pun ikut menjelaskan cara pelaku melakukan aksinya tersebut.(bow)

Editor: Hendra
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help