Derita Diabetes, Bocah 8 Tahun Ini Butuh Bantuan Dermawan

Sudah lebih dari dua bulan lalu Imam Baihaki tidak bisa bersekolah lagi.Kini bocah kelas 3 SD tersebut harus terbaring lemas

Derita Diabetes, Bocah 8 Tahun Ini Butuh Bantuan Dermawan
bangkapos.com/Riski Yuliandri
Robiyah saat menunggu dan memperhatikan kondisi Imam saat di ruangan ICU RSUD Bangka Tengah. 

Laporan wartawan bangkapos, Riski Yuliandri

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sudah lebih dari dua bulan lalu Imam Baihaki tidak bisa bersekolah lagi. Kini bocah kelas 3 SD tersebut harus terbaring lemas dengan jarum infus dan berbagai selang menusuk di tangan dan badannya.

Imam didiagnosa mengalami penyakit Diabetes Mellitus tipe satu sejak tiga bulan lalu. Bocah yang masih berumur 8 tahun tersebut sudah sejak tujuh hari terakhir harus dirawat intensive di ICU RSUD Bangka Tengah (Bateng).

Bahkan saat masuk ke rumah sakit, Imam sempat mengalami koma dan tidak sadarkan diri selama tiga hari tiga malam. Meskipun saat ini sudah mulai membaik, namun kadar gulanya masih tetap tinggi dan belum stabil.

Anak pasangan Bahat Nasir dan Robiyah tersebut rencananya akan dirujuk ke RSUP Mohammad Hoesin Palembang tanggal 10 Januari 2017 mendatang.

Namun keluarga Imam masih kesulitan dana untuk membiayai kebutuhan hidup selama pengobatan disana. Penghasilan Bahat yang hanya berprofesi sebagai petani karet, hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Terlebih lagi sejak Imam sakit, ia harus membayar orang lain untuk mengurus kebunnya di desa Sengir, Bangka Selatan.

"Sambil nunggu fisik Imam kuat, kami harus mencari uang untuk biaya hidup di Palembang nanti soalnya tanggal 10 ini rencananya mau dirujuk kesana," ungkap Bahat, minggu (1/1/2017).

Ia sudah berusaha mengajukan bantuan ke bupati, DPRD hingga Baznas basel, namun dari semuanya hanya baznas saja yang memberi bantuan sebesar Rp 3 juta rupiah.

"Uang dari Baznas kemarin saja sudah habis buat beli obat Imam soalnya obatnya kebanyakan beli diluar jadi tidak ditanggung BPJS. Kemarin saja beli obat suntiknya sampai 900 ribu, belum lagi obat yang lain," jelas Bahat.

Hingga saat ini, gula darah Imam masih mencapai 300 mg/dl, dimana seharusnya gula darah manusia saat normal dibawah 200 mg/dl.

Bahat sendiri sudah minjam uang kesana sini untuk bertahan hidup selama Imam dirawat di RSUD bateng selama tujuh hari ini. Selain memikirkan kesehatan anaknya, ia juga memikirkan cara membayar biaya pengobatan Imam.

"Memang kita masuk BPJS, tapi kami cuma kelas 3 sedangkan ICU ini masuk kelas 2 jadi tetap saja kami harus bayar. Untuk kebutuhan selama di rumah sakit ini saja kami ngutang sana sini," ungkapnya.

Untuk itu, ia sangat memerlukan bantuan dermawan yang ingin membantunya.

Penulis: Riski Yulianri
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help