Putrinya Tewas Kecelakaan dan Sempatkan Salat di Ambulans, Sang Ayah Tulis Curahan Hati Menyentuh

Ditinggalkan seseorang yang sangat dicintai memang menyisakan luka yang mendalam.Seperti yang dialami oleh seorang pria yang ditinggalkan

Putrinya Tewas Kecelakaan dan Sempatkan Salat di Ambulans, Sang Ayah Tulis Curahan Hati Menyentuh
tribunstyle

Karena dengan cara itulah kamu akan tetap selalu berada di hati kami semua.

Dan tiba-tiba saja muncul kesadaran…tentang bagaimana Tuhan sangat menyayangimu.

Dengan sholatmu, puasamu, mengajimu, hormatmu kepada bapak dan ibu, sayangmu kepada adik-adikmu, semangat belajarmu, rasa sosialmu kepada orang lain…

bagaimana kami tidak yakin bahwa Tuhan sangat…sangat menyayangimu.

Dan ketika gurumu menyampaikan kepada kami tentang bagaimana setelah proses evakuasi, kamu masih meminta dipasangkan jilbabmu karena kamu ingin sholat selama di ambulans yang membawamu ke rumah sakit…

hilanglah semua keraguan kami tentang apa yang akan kamu jalani di alam sana, Nduk.

Tidak ada keraguan sedikitpun bahwa Dia akan menempatkanmu pada derajad yang jauh lebih baik.

Sementara kami…melalui dirimu, kami ditunjukkan oleh-Nya pelajaran yang sangat berharga.

Tentang keshalihan, tentang keluarga, tentang menuntut ilmu, dan banyak pelajaran lainnya yang sangat bermanfaat bagi kami dalam melanjutkan hidup kami.

Tiba-tiba kami tertunduk.

Tiba-tiba terpampang sebuah hikmah yang luar biasa.

Bagaimana Tuhan mengatur semuanya dengan sangat sempurna.

Dia mengambil permata hati kami, tetapi Dia menempatkannya pada tingkat yang jauh lebih baik.

Dan Dia mengajarkan kepada kami hal-hal yang kami perlukan untuk meningkatkan kualitas hidup kami.

Tidak sanggup kami mengangkat pandangan ketika mengingat nikmat-Mu ini…

Nduk, bapak menulis catatan ini dengan berurai air mata.

Bapak sedih mengingatmu, tapi kesedihan bapak diliputi oleh kesyukuran yang luar biasa.

Melalui dirimu, Tuhan telah memberikan nikmat yang luar biasa kepada bapak, ibu, dan adik-adikmu…

Kamu telah mendahului kami, Nduk.

Tapi engkau tidak pernah pergi dari kami.

Engkau tidak pernah meninggalkan kami, karena engkau akan tetap berada di hati kami. Selamanya…

Salah satu ranting pohon itu memang hilang, tapi pohon itu bahkan akan bertambah kuat, bertambah rindang.

Pohon itu masih akan melanjutkan fungsinya, memberikan keteduhan bagi siapapun yang berada di sekelilingnya…".

Hingga berita ini dibuat, postingan itu sudah disukai sebanyak 2,4 ribu kali dan dibagikan sebanyak 567 kali.

Dikutip dari Tribun Jogja, Rizka Fitri Nugraheni merupakan satu dari dua mahasiswa S2 Magister Psikologi Profesi Bidang Klinis UGM.

Ia tewas setelah kecelakaan di Dusun Sugro, Desa Andonosari, Kecamatan Nongkojajar, Pasuruan, Jawa Timur.

Mobil mereka masuk ke jurang sedalam 200 meter.

Mereka hendak berwisata ke gunung Bromo setelah selesai menjalani Praktek Kerja Profesi di Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang, Malang.

(Vivi Febrianti)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved