Ahok Ngaku Kecewa dan Dirugikan dengan Keterangan dua Saksi Ini

"Pertama saya kecewa dengan kesaksian Gus Joy Setiawan yang berkali-kali bilang lupa. Sampai statusnya sebagai lulusan sekolah dasar pun lupa,

Ahok Ngaku Kecewa dan Dirugikan dengan Keterangan dua Saksi Ini
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Gubenur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjalani persidangan lanjutan atas kasusnya di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (3/1/2017). Ahok menjalani sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi dari pihak Jaksa Penuntut Umum terkait dugaan penistaan agama yang dilakukannya di Kepulauan Seribu. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Sebanyak lima pelapor dihadirkan dalam sidang keempat kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Sidang tersebut berlangsung selama 11 jam sejak pukul 09.00 WIB, Selasa (3/1/2017) di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan.

Usai keluar dari ruang persidangan Ahok menyatakan kepada wartawan merasa dirugikan dengan keterangan para pelapor.

Dalam persidangan tersebut para pelapor juga memberikan keterangan mengenai latar belakang mereka.

"Pertama saya kecewa dengan kesaksian Gus Joy Setiawan yang berkali-kali bilang lupa. Sampai statusnya sebagai lulusan sekolah dasar pun lupa," ujar Ahok.

Ia juga kecewa dengan kejujuran Habib Novel Chaidir Bakmukmin mengenai latar belakangnya.

"Dia bilang pernah bekerja di salah satu waralaba makanan yang berasal dari luar negeri. Tapi nulisnya beda waktu masukkan keterangan di Bareskrim Mabes Polri."

"Mungkin dia malu bekerja dipimpin orang asing. Saya sampai ketawa dia bilang tidak memperhatikan, padahal semua harus tanda tangan," jelas Ahok.

Sidang sendiri akan dilanjutkan dengan agenda yang sama pada minggu depan karena masih ada satu pelapor yang belum memberikan kesaksian.

Salah satu penasehat hukum Ahok, Humphrey R Djemat mengatakan pihak terlapor juga perlu tahu latar belakang pelapor untuk menguji keabsahannya sebagai saksi.

"Kami ingin pastikan tidak ada kepentingan dalam kesaksian. Sulit kesaksiannya diterima bila ada kepentingan dibaliknya," tegas Humphrey R Djemat.

Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved