Breaking News

Bocah Sembilan Tahun yang Dipukul Palu Masih Kesakitan

Bagian tangan kanan bocah sembilan tahun yang dipukul oleh pamannya, yaitu pelaku NI (32), Rabu (4/1/2017) masih membiru

Bocah Sembilan Tahun yang Dipukul Palu Masih Kesakitan
net
ilustrasi

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Bagian tangan kanan bocah sembilan tahun yang dipukul oleh pamannya, yaitu pelaku NI (32), Rabu (4/1/2017) masih membiru di bagian siku hingga kepergelangan tangan.

Bocah yang duduk dibangku kelas empat Sekolah Dasar (SD) tersebut, mengalami luka memar cukup parah itu, akibat dipukul oleh pelaku NI dengan menggunakan gangang tukul alias palu.

Selain itu, dibagian punggung tangan belakang terdapat bekas luka garet sebanyak tiga garis. Luka tersebut, kini sudah mulai mengering dan diduga luka tersebut akibat garetan benda tajam.

Disisi lain, gadis berkerudung tersebut mendapat luka memar dan membiru dibagian pipi kanan atas. Luka yang berada tepat dibagian dengan kelopak mata sebelah kanan itu, hingga kini masih membengkang.

Sedangkan dibagian bola mata anak itu, kini mengalami luka dan masih berbekas sebuah garetan merah. Diduga bagian muka itu, melangami luka dan memar akibat ditempeleng oleh pelaku dengan kencang.

Posbelitung.com, berupaya untuk mengajak komunikasi dengan bocak bertubuh mungil itu. Namun tidak banyak kata-kata yang dikeluarkan dari mulut gabis berbaju biru tersebut.

"Sakit, sakit, masih sakit," ucap gadis itu ketika menunjukan luka memar dibagian tangan kanannya kepada Posbelitung.com, Rabu (4/1/2017).

Lantas, gadis berwajah ayu itu masih terlihat dari raut mukanya bahwa mengalami troma akibat kejadian pemukulan, yang dilakukan oleh pelalu NI beberapa hari lalu.

Setelah duduk disebelah Posbelitung.com gadis itu, lantas beranjak pergi dengan cara berlarian, menunjukan keceriaan kediaman KBO Reskrim Polres Belitung, Iptu Karyadi.

Sebelumnya, polisi telah mengamankan satu palu bergagang kayu, tanpa warna dari tangan pelaku NI. Benda yang digunakan untuk memukul pelaku itu, kini sudah diamankan polisi sebagai alat bukti.

Perempuan bertubuh mungil itu, selama ini memang hidup dengan pelaku NI dirumahnya, terletak di Jalan Murai, Desa Air Raya, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Gadis berambut lurus tersebut, telah ditinggalkan oleh orang tuanya sekitar empat tahun lalu, lantaran meninggal dunia. Sedangkan bapak dari anak itu, kini sudah meninggalkannya keluar daerah. (*)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved