Begini Awal Peristiwa Pilu Bocah Dipukul dengan Palu Diancam Potong Tangan oleh Pamannya

pelaku menggunakan ujung palu (gagang palu) memukul korban dibagian kepala, itu dilakukan secara berulang-ulang sebanyak 10 kali

Begini Awal Peristiwa Pilu Bocah Dipukul dengan Palu Diancam Potong Tangan oleh Pamannya
Pos Belitung/Disa Aryandi
Pelaku NI (baju merah), ketika diperiksa oleh penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Belitung. 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Kepala Unit (Kanit) Perlindungan, Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Belitung, Iptu Ayu Tri Utami mengatakan, pemukulan atau penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku NI (32), kini masih terus didalami oleh penyidik.

Pelapor dari kasus tersebut adalah ketua Rukun Tetangga (RT) setempat, yang telah mendapat informasi dari warga sekitar melalui via telepon.

Baca: Pria Ini Hantam Bocah dengan Palu Hanya Gara-gara Uang Rp 3000

Pelaku NI tidak lain adalah paman korban, sekaligus adik sepupu ibu angkat korban berinisial NU.

Kali pertama, pelaku NI memukul korban dibagian wajah dengan menggunakan punggung tangan.

Dibagian itu, korban dipukuli oleh pelaku sebanyak tiga kali.

Baca: Kasihan Bocah Ini, Alami Perlakuan Kejam Pamannya, Ditampar dan Tangannya Dihantam dengan Palu

"Kemudian pelaku menggunakan ujung palu (gagang palu) memukul korban dibagian kepala, itu dilakukan secara berulang-ulang sebanyak 10 kali," kata Ayu kepada Posbelitung.com, Kamis (5/1/2017).

Penganiayaan itu, kata Ayu, lantas dilanjutkan oleh pelaku dengan cara menarik tangan korban kebagian ruangan belakang rumah.

Baca: KPU Babel Haramkan Penyelesaian Masalah Pilkada di Tunda-Tunda

"Nah disitu, pelaku mengancam akan memotong tangan korban dengan senjata tajam (parang). Sehingga mengakibatkan korban mengalami trauma," ujarnya.

Akibat dari perbuatan pelaku itu, korban kini mengalami luka lebam dibagian tangan wajah, bagian mata serta luka lecet dilengan sebelah kanan, serta dibagian dahi korban.

"Untuk kepala korban ada benjol, akibat pukulan tukulan. Kami sekarang masih mendalami kasus ini," pungkasnya. (*).

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help