DKP Babel Sempat Pantau Perimping, Maryono Sebut Buat Laporan ke Gubernur

Tim dari DKP juga menemukan aktifitas tambang di DAS Perimping, mulai dari Perimping, Tirus hingga Tanjung Batu.

DKP Babel Sempat Pantau Perimping, Maryono Sebut Buat Laporan ke Gubernur
Bangka Pos / Riyadi
Aktifitas TI apung rajuk di sekitar Sungai Tanjung Batu Kecamatan Belinyu. Tanjung Batu masih satu alur dengan Perimping.

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Perwakilan Nelayan Sungai Perimping Maryono mengungkapkan, seminggu lalu, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melakukan survei mangrove di sekitar Sungai Perimping-Tanjung Batu.

Saat survei hutan bakau yang rusak itu, Tim dari DKP juga menemukan aktifitas tambang di DAS Perimping, mulai dari Perimping, Tirus hingga Tanjung Batu.

"Itu survei hutan mangrove yang rusak di Perimping. Kata mereka (DKP), untuk bahan laporan ke gubernur," kata Maryono kepada bangkapos.com Jumat (6/1/2017).

Aktifitas TI apung ilegal yang ditemukan yakni di Sungai Perimping, di disekitar Tanjung Batu dan Tirus ditemukan sekitar 20 an unit TI mini.

DKP turun melakukan survei, karena sebelumnya pihak nelayan Sungai Perimping mengirim surat penolakan tambang laut disekitar Teluk Kelabat khusus di Perimping, karena aktifitas tambang disitu telah mengakibatkan 80 persen magrove rusak.

"Surat yang kami kirim ke gubernur, tembusannya ke Polair, polda, DPRD Kabupaten Bangka, DPRD provinsi dan Lanal Babel," ujar Maryono.

Penulis: riyadi
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved